Rabu, 05 Oktober 2016

Cabut Status Cekal Aguan, DPR: KPK ini Patut Diduga Alat Kepentingan & Kelompok Tertentu


Cabut Status Cekal Aguan, DPR: KPK ini Patut Diduga Alat Kepentingan & Kelompok Tertentu

Berita Islam 24H - KPK mencabut status cekal atau larangan bepergian ke luar negeri bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi'i mengaku kecewan terhadap langkah lembaga antirasuah tersebut.

"KPK ini patut diduga alat kepentingan dan kelompok tertentu. Karena apa, KPK seakan tidak ada inisiatif untuk menyelesaikan kasus-kasus besar. Padahal, tokoh, pakar dan elemen masyarakat sudah mendesak KPK untuk menuntaskan kasus seperti Century, BLBI, reklamasi Teluk Jakarta, dan Sumber Waras," kata Syafi'i kepada TeropongSenayan, Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini menilai, KPK hanya berani menyelesaikan sejumlah kasus kecil saja. Padahal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan Kejaksaan Agung telah memberikan sejumlah data atas dugaan adanya indikasi pelanggaran.

"KPK bergerak cepat kepada kasus-kasus kecil saja. Prestasi KPK itu ada, hanya karena operasi tangkap tangan (OTT). Kalo gitu RT/RW beri aja kewenangan penyadapan, saya kira nanti akan lebih objektif dari KPK," jelasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut status cekal terhadap Sugianto Kusuma alias Aguan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya menganggap kesaksian yang diberikan Aguan dalam penyidikan dan di pengadilan sudah cukup. Hal itu pun menjadi pertimbangan KPK untuk tidak memperpanjang masa cegah Aguan bepergian ke luar negeri. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Tim Anies-Sandi Soroti e-KTP Palsu WN Cina di Jakarta, "Jangan-jangan Nanti Ikut Nyoblos"


Tim Anies-Sandi Soroti e-KTP Palsu WN Cina di Jakarta, "Jangan-jangan Nanti Ikut Nyoblos"

Berita Islam 24H - Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, Ferry Juliantoro, mengkritisi masuknya warga negara Cina ke Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Disinyalir masuknya warga negara Cina itu tidak seperti disampaikan pemerintah, melainkan untuk mensukseskan pasangan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI 2017.

Warga negara Cina yang disampaikan pemerintah adalah turis dan bukan pekerja dari Negeri Tirai Bambu. Besarannya mencapai 10 juta turis asal Cina, sekaligus untuk memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

“Dalam kenyataannya kan banyak yang menjadi buruh, mereka datang dari Cina dan menjadi pekerja disini,” kata Ferry kepada Aktual.com, Selasa (4/10).

Ferry juga menyoroti kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) palsu yang dimiliki beberapa warga negara Cina yang dicetak di Cina dan Perancis beberapa waktu lalu.

“Masa cetak e-KTP palsu dicina, jumlahnya banyak itu. Saya curiga ini digunakan untuk Pilkada, jangan-jangan nanti ikut nyoblos,” jelasnya.

Termasuk pernyataan Menteri Dalam (Mendagri) Negeri Tjahjo Kumolo yang mempertanyakan pemborong percetakan e-KTP pada upacara Hari Kesaktian Pancasila dikantornya, Selasa (4/10). Meski Tjahjo berbicara dalam konteks kasus yang menjerat eks Dirjen Dukcapil yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Mendagri, Irman, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ini jadi pembahasan kita, kemarin pemalsuan e-KTP dikonfirmasi Pak Tjahjo, besar kemungkinan akan terjadi penyalahgunakaan oleh salah satu calon. Ini soal data!,” tegas Ferry. [beritaislam24h.com / ac]
Share:

'Memilih karena Faktor Agama itu Demokratis'


'Memilih karena Faktor Agama itu Demokratis'

Berita Islam 24H - Menguatnya isu suku agama rasa dan antargologan (SARA) dalam pemilihan Gubernur DKI tak luput dari perhatian Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan Advokasi, Busyro Muqqodas. Menurutnya bukan masalah ketika seseorang memilih pemimpin dari sisi agama.

Bahkan mantan Ketua KPK tersebut sempat mengutip pernyataan pengamat ekonomi Kwie Kian Gie. "SARA itu pengertiannya apa? Batasannya bagaimana? Kwie Kian Gie bilang kalau ada masyarakat Islam memilih karena faktor agama itu bukan sara. Tapi demokratis," ujar Busyro saat ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cikditiro, Yogyakarta, Rabu (5/10).

Ia menilai apa yang disampaikan oleh pengamat berdarah Cina itu perlu diperhatikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pasalnya Kwie Kian Gie merupakan warga keturunan Cina yang rasional dan peduli terhadap masyarakat.

Busro bahkan meminta agar masyarakat berhati-hati terhadap isu SARA yang sering digembar-gemborkan menjelang Pilkada akhir-akhir ini. Lantaran isu tersebut dapat dijadikan kekuatan oleh pihak tertentu untuk memukul pihak lain. Caranya dengan menggunakan media untuk membius masyarakat. Sehingga masyarakat berpikir bahwa pilihan karena faktor agama merupakan ranah sara yang tidak dibenarkan.

"Membius masyarakat dengan media ini yang dinamakan hegemoni. Jangan sampai terjebak dalam hegemoni yang dibentuk oleh pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Meski demikian, ahli hukum UII tersebut menjelaskan, pada dasarnya menjelek-jelekkan keyakinan seseorang tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun. Begitu pula Islam mengajarkan pada umatnya untuk tidak menjelek-jelekkan pemeluk agama lain. Jika ke depannya ditemukan pelanggaran Pilkada yang bersifat SARA, Busro mengatakan, hal tersebut akan ditangani oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Oknum TNI Ngamuk di Diler, Komputer Dibanting dan Motor Diinjak-injak


Oknum TNI Ngamuk di Diler, Komputer Dibanting dan Motor Diinjak-injak

Berita Islam 24H - Sertu Abdul Djabar Ollon, oknum TNI-AD yang sehari-hari bertugas sebagai Provost di Korem 152 Babullah Ternate, sekira pukul 10.30 WIT mengamuk dan merusakan sejumlah komputer dan kendaraan roda dua milik diler PT Nusantara Sakti Ternate, Maluku Utara.

Karyawan PT Nusantara Surya Sakti Ternate, Abi, menuturkan oknum anggota TNI berseragam lengkap tersebut awalnya datang dan menemui dua karyawan untuk membicarakan terkait kredit pinjamannya. Entah hasil pembicaraan seperti apa, dirinya emosi dan langsung merusak sejumlah komputer di depannya.

"Dia (oknum TNI) temui pak Heru di bagian pengurusan BPKB dan STNK, selanjutnya ke marketing kami bernama Anti, entah kenapa dia langsung mengamuk dan merusaki komputer dan sejumlah sepeda motor," kata Abi saat ditemui di kantornya di Ternate, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, enam unit monitor komputer dan satu printer yang ada di dekatnya, diangkat kemudian dibanting ke lantai sehingga rusak serta berantakan. "Selain banting ada yang dia tendang dan dorong sehingga jatuh ke lantai," ujarnya.

Usai merusaki komputer, pelaku menuju sejumlah sepeda motor yang dipajang di showroom, kemudian menendang kendaraan itu hingga roboh ke lantai. Tidak sampai disitu saja, lanjut Abi, dengan suara yang keras pelaku juga menginjak-injak bodi sepeda motor yang sudah roboh tersebut.

"Jadi setelah merusak monitor komputer dan printer, dia kemudian menendang empat sepeda motor ini dan roboh," tegas Abi.

Abi sendiri sangat menyesalkan tindakan oknum TNI ini, karena selaku aparat negara yang menegakkan hukum seharusnya menjadi contoh teladan bagi masyarakat.

"Kita sesali tindakan aparat seperti ini, seharusnya jika ada masalah bisa dibicarakan baik-baik bukan mengamuk dan merusak fasilitas seperti ini. Karena kalau ada karyawan kami yang salah dalam pelayanan sudah pasti kami proses," cetusnya.

Danpom TNI-AD Pattimira XVI/I Ternate, Letkol Cpm Yulius Amra, dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus ini dan sementara ditindaklanjuti. "Kita sudah terima laporannya, sekarang masih diselidiki," singkatnya. [beritaislam24h.com / ozc]
Share:

Kapolsek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ruang Kerjanya

Ilustrasi gantung diri

Kapolsek Ditemukan Tewas Gantung Diri di Ruang Kerjanya

Berita Islam 24H - Kapolsek Karangsembung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Ipda Nyariman, ditemukan tewas karena gantung diri di ruang kerjanya, Rabu (5/10). Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Budi Haryanto membenarkan kejadian tersebut.

"Informasinya begitu, ditangani Polres Kebumen," katanya, Rabu (5/10)

Dari informasi yang diperoleh Nyariman tewas gantung diri di ruang kerjanya yang dalam kondisi terkunci dari dalam. Kejadian itu diduga bermula ketika Nyariman menjanjikan anak salah seorang anak buahnya untuk dibantu masuk ke Sekolah Calon Bintara.

Untuk bisa masuk, Nyariman diduga meminta uang pelicin sebesar Rp 250 juta. Namun, anak yang dibantunya tersebut gagal masuk Secaba dan uang sebesar Rp 250 juta dikembalikan. Permasalahan itu sendiri sudah dimusyawarahkan dengan unsur pimpinan Polres Kebumen.

Nyariman yang kemudian masuk ke ruang kerjanya ternyata tidak kunjung keluar usai musyawarah untuk menyelesaikan permasalahannya itu. Ketika dicek, Nyariman sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Beredar Kabar, Jokowi Berada di Belakang Ruhut Rusak Partai Demokrat


Beredar Kabar, Jokowi Berada di Belakang Ruhut Rusak Partai Demokrat

Berita Islam 24H - Berdasarkan informasi sebuah sumber, kabarnya Presiden Joko Widodo berada di belakang politisi Ruhut Sitompul yang berupaya merusak Partai Demokrat.

Isu gawat itu diungkapkan politisi Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_AA. “Saya mendapat kabar, Presiden Jokowi berada di belakang Ruhut Sitompul merusak Partai Demokrat, Jokowi takut Agus Yudhoyono menang Pilgub,” ungkap @AndiArief_AA.

Mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu pun mempertanyakan terlibatnya Ruhut Sitompul dalam pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017.

“PDI-P tidak terlalu miskin kader, kenapa pula harus butuh bantuan Ruhut Sitompul di Pilgub DKI, apa terlalu tegang sehingga butuh humor? PDI-P sedang bermasalah dengan elektabilitas, sehingga butuh bantuan Ruhut Sitompul,” tulis @AndiArief_AA.

Sindiran keras juga dilontarkan Andi Arief soal dukungan Ruhut ke Ahok. “Ruhut Sitompul bendanya ada terlihat publik, itu pun dicuri PDI-P dan Jokowi. Nah, bagaimana terhadap yang tak terlihat seperti uang negara?” sindir @AndiArief_AA.

Terkait posisi Ruhut yang didaulat sebagai salah satu sebagai salah satu juru bicara tim pemenangan Basuki Tjahja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menghormati segala perbedaan pendapat ketika partai belum mengambil keputusan kepada siapa dukungan diberikan. Namun, setelah keputusan diambil, maka seluruh kader wajib menjalankan instruksi yang diberikan pimpinan. [beritaislam24h.com / ici]
Share:

[video] Ahok Klaim Dijamin Masuk Surga, Pakar Kristologi: Emang Surga Milik Nenek Moyangnya!


[video] Ahok Klaim Dijamin Masuk Surga, Pakar Kristologi: Emang Surga Milik Nenek Moyangnya!

Berita Islam 24H - Sebagai pakar Kristologi, Ustadz Insan Mokoginta merasa terusik dengan sikap takabbur alias sombong Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Video yang diunggah oleh Kominfomas, Pemprov DKI di Youtube itu menayangkan pernyataan Ahok yang sangat emosional, dalam Rapat Pimpinan Progres Pembangunan Tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara), Kamal Muara, pada Senin (19/9/2016) lalu.

Dalam video tersebut, Ahok sesumbar dengan nada emosi, menyatakan bahwa dia sebagai orang beriman yang dijamin masuk surga.

“Imannya apa? Gue kasih tahu lo iman seperti apa. Kenapa saya nggak pernah takut kehilangan jabatan. Karena saya tahu jabatan itu Tuhan yang kasih. Kenapa saya nggak pernah takut saya mati karena saya tahu saya pasti masuk surga dan dapat rumah, dapat makan. Itu jaminan mati saya,” kata Ahok.

Tak hanya itu, Ahok juga mengklaim dirinya sebagai pengikut Nabi Isa. Atas dasar itulah, ia berkali-kali berkata dijamin masuk surga.

“Saya pengikut Nabi Isa, jelas janjinya. Pasti masuk surga, pasti dapat rumah, pasti makan. Itu iman saya,” lanjut Ahok.

Menyikapi hal itu, Ustadz Insan Mokoginta menyebut pernyataan Ahok sangat tidak tepat. Jika hal itu dilakukan Ahok di gereja atau dihadapan jemaat Kristen, tidak masalah, tetapi itu justru disampaikan Ahok di hadapan pejabat Pemprov DKI yang notabene diperkirakan mayoritas Muslim.

Selain itu, Ustadz Insan Mokoginta juga menduga ada misi Kristenisasi terselubung di balik pernyataan Ahok dan beredarnya video tersebut.

Ustadz Insan mendesak Ormas Islam agar mengambil sikap tegas, terkait video Ahok, lantaran adanya dugaan SARA. Indikasinya, pernyataan emosional Ahok itu diduga sengaja diarahkan kepada umat Islam. Dengan menyebut idiom atau kata-kata yang selama ini akrab di kalangan umat Islam.

“Itu namanya iman. Bukan cuma ngomong doang iman. Masih ngomong iman iman, sembahyang apa iman, iman. Imannya apa? Gue kasih tahu lo iman seperti apa. Kenapa saya nggak pernah takut kehilangan jabatan,” tutur Ahok.

Terakhir, mengenai Klaim Ahok dijamin masuk surga dan sebagai pengikut Nabi Isa. Ustadz Insan membantah hal tersebut.

“Emang Surga milik nenek moyangnya?” ucapnya.

Dalam iman Kristen sendiri, tidak cukup orang mengaku beriman saja, kemudian dia dijamin masuk surga.

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yakobus 2 : 14).

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? (Yakobus 2 : 20).

Kemudian, Ahok yang mengaku menjadi pengikut Nabi Isa, hal itu juga merupakan pengakuan dusta. Sebab, jika dia mengaku pengikut Nabi Isa, pasti tidak akan menjadi menjadikannya sebagai Tuhan. Hal itu diungkapkan dalam Bible.

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan kita, Tuhan itu esa.” (Markus 12 : 29).

Apalagi di dalam Al-Qur’an, dengan tegas Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah : 72).

Jika demikian, pantaskah Ahok mengklaim sebagai pengikut Nabi Isa dan dijamin masuk surga?



Share:

Ilmuwan Penemu Alat Pembasmi Kanker Tulis Surat Terbuka Kepada Menteri Sri Mulyani


Ilmuwan Penemu Alat Pembasmi Kanker Tulis Surat Terbuka Kepada Menteri Sri Mulyani

Berita Islam 24H - Salah seorang Ilmuan berbakat Indonesia yang merupakan penemu teknologi pembasmi kanker bernama Warsito Purwo Taruno menuliskan surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Surat Warsito ini ditulis menanggapi pernyataan Sri Mulyani yang mengungkapkan bahwa harus ada pembenahan yang serius penurunan Indeks Daya Saing Indonesia turun dari peringkat 37 ke 41.

Warsito menyinggung persoalan peran pemerintah yang tidak mendukung para penemu atau inovasi teknologi, bahkan cenderung menghambat, sedangankan produk teknologi impor dengan mudahnya diizinkan memenuhi pasar Indonesia.

Berikut ini isi surat terbuka Ilmuan Indonesia Warsito Purwo Taruno yang ditulis di akun facebook pribadinya, sabtu(1/10/2016).

Bu Ani Yth:

Karena Ibu menganggap masalah ini serius, saya jadi ingin curhat Bu. Tapi saya ingin mengingatkan Bu, jangan terlalu serius. Bisa-bisa Ibu sakit. Turunnya cuman dikit Bu. Soalnya di sini “mlorot” pun orang gak anggap serius Bu. Ibu kebanyakan kerja di Amerika sih, jadi begitu.

OK, tentang daya saing Bu. Saya kira Ibu check juga bahwa faktor yang menyumbang ranking daya saing Indonesia yang tertinggi ada 3:

Market Size (Ranking 10 Dunia): Karena penduduk kita besar, sudah barang tentu semua orang ingin jual produknya ke kita.

Ekonomi makro (Ranking 30 Dunia): Kalau ini kerjaan Ibu, Ibu yang lebih tahu. Cuman trendnya akhir-akhir ini menurun atau stagnan Bu. Mungkin karena terlalu lama Ibu tinggal ke Amerika.

Inovasi (Ranking 31 Dunia): Kalau ini kerjaan saya Bu. Ibu tahu kita ternyata tak buruk-buruk amat dalam hal inovasi tho. Dan trendnya terus meningkat Bu.

Dan saya kira Ibu sudah lebih faham bahwa daya saing tak mungkin meningkat tanpa inovasi. Tetapi Bu, inovasi tak akan jadi inovasi beneran kalau tak bisa masuk pasar. Pasar kita sangat-sangat besar makanya rankingnya tinggi, tetapi bukan produk-produk inovasi kita yang bisa masuk pasar kita sendiri Bu. Sayang kan.

Permasalahannya pasar perlu standar dan sangat regulated, apalagi kalau pasar kita sudah tersambung dengan pasar global. Itu yang belum mampu dipenuhi oleh produk-produk inovasi kita Bu. Tetapi yang namanya standar dan regulasi itu kita yang buat tho, bukan Oom Sam? Lha wong pasar-pasar kita sendiri, terus yang beli juga kita-kita sendiri. Yang pastinya Ibu yang buat lah.

Kita setuju Bu, untuk masuk pasar perlu memenuhi standar kualitas dan keamanan tertentu, apalagi produk yang berkaitan dengan kesehatan. Eh, maaf Bu menyinggung sedikit tentang kesehatan ya. Sektor kesehatan adalah salah satu pasar yang paling besar di dalam negeri, tetapi juga pasar yang paling tertutup bagi produk inovasi dalam negeri Bu; hanya sekitar 1% untuk obat (90% obat impor, 10% yang diproduksi dalam negeri 90% bahan bakunya impor), dan kurang dari 0.3 % utk alkes.

Sayang ya Bu, pasar yang besar bukan kita sendiri yang punya. Padahal di bidang inovasi kita gak bodho-bodho amat toh.

Kembali ke standar dan regulasi pasar Bu. Produk-produk inovasi kita jelas tak bisa siap begitu saja masuk pasar. Tetapi kalau tak bisa masuk pasar, selamanya daya saing kita tak akan meningkat tho Bu. Persoalannya di situ. Untuk memenuhi standar pasar perlu dibuatkan “jembatan” Bu. Buatkanlah dulu pasar yang terbatas dengan jumlah penggunaan terbatas, beri pengawasan dan pembinaan. Naikkan standarnya dengan diberi akses pasar yang lebih luas, begitu seterusnya lama kelamaan bisa lah memenuhi standar, baik pasar nasional maupun global.

Saya ambil contoh mobil listrik oleh teman inovator seperjuangan saya, nasibnya tragis Bu, saya aja alhamdulillah nasibnya agak lebih baik. Jelas, mobil buatannya belum layak jalan bebas di jalan-raya, standar kualitas dan keamanannya jelas belum memenuhi syarat. Tapi yang jelas bisa jalan tho Bu. “Ngusruk” dikit sih. Cuman maksud saya, okelah belum memenuhi standar jalan raya, tapi mbok ya dikasih akses untuk bisa dipakai di kalangan tertentu yang terbatas, misalnya di dalam komplek atau lapangan golf, kasih speed limit misalnya 20km/jam, kalau pun “ngusruk” nggak akan benjot tho. Kemudian kasih tetangga-tetangganya boleh beli; dengan begitu dia bisa punya uang untuk membuat yang lebih baik. Kalau itu dilakukan terus menerus saya yakin suatu ketika dia bisa bikin mobil listrik sehebat punya Elon Musk. Tapi ya kalau ujug-ujug dibilang tak memenuhi standar “uji emisi”, yo langsung mati tho. UJI EMISI, buat mobil listrik lho Bu. Saya kira Tesla bisa nangis di dalam kubur, ternyata rumus induksi medan listrikmagnet yang dia temukan terbukti salah di Indonesia. Tragis kan Bu. Nasibnya lebih tragis lagi Bu. Kasihan lah Bu nasib inovator-inovator seperti dia. Kalau tak dikasih akses pasar meskipun terbatas sehingga dia punya uang untuk buat lebih baik karena orang boleh beli inovasi dia, ya jelas mati lah Bu. Mosok jalan punya kita-kita sendiri, cuman mobil Jepang saja yang boleh lewat.

Oh, iya, saya juga punya pengalaman pribadi Bu, buat inovasi-inovasian, yaitu medan listrik untuk membuat sel kanker mati dengan sendirinya. Medan listriknya pakai batere kecil AA dua biji saja Bu. Tetapi hasil “pengadilan” dimasukkan ke dalam Kategori Kelas 3, dianggap berisiko tinggi atau berbahaya; itu kategori yang setara dengan alat yang mengandung radiasi nuklir Bu. Yaellaah Bu….batere AA bisa membahayakan apa coba? Kalau ini bukan Tesla saja yang menangis, Maxwell dan Schrodinger bisa ikutan nangis juga, karena ternyata medan listrik tenaga batere AA di Indonesia bisa mengahasilkan energi setara radiasi nuklir. Maaf, Bu, Ibu gak kenal dengan nama-nama ini ya? Itu setara dengan Adam Smith atau John Mainard Keynes kalau di ekonomi Bu.

Tapi yang namanya riset dan inovasi harus dijalani terus tho Bu. Kalau nggak daya saing kita tak bisa naik. Jadi kesimpulannya menggembirakan, kan, buat Ibu? Ibu gak perlu nambah anggaran inovasi, cukup kasih izin saja orang boleh beli. Tapi kalau uang tebusan Tax Amnesty sedikit saja ditambahkan untuk riset dan inovasi boleh juga tuh Bu, pastilah kawan-kawan inovator gembira sekali, hehehe. Hasil kerjanya pasti berlipat ganda. Lha wong dengan anggaran cupet saja ranking mereka sudah tinggi.

Maaf, ya, Bu, kalau ikutan pusing jangan balik lagi ke Amerika, nanti saya jadi ikutan balik.

Warsito Purwo Taruno

Share:

Gubernur Ganjar Bikin Gemetar Polisi yang Memungli Warga


Gubernur Ganjar Bikin Gemetar Polisi yang Memungli Warga

Berita Islam 24H - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memergoki praktik pungutan liar alias pungli di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Praktik itu terkuak setelah Gubernur menerima keluhan seorang warga yang mengurus pajak kendaraan bermotor di Samsat Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu, 5 Oktober 2016.

Terbongkarnya praktik pungli itu berawal saat Gubernur secara mendadak mengecek pelayanan Samsat Magelang, yang kini masih dalam proses pembangunan. Namun, saat menanyai sejumlah warga, Ganjar mendapati laporan pungli sejumlah uang saat melakukan cek fisik kendaraan.

Laporan itu didapat dari seorang warga bernama Sugiharto, warga Kecamatan Magelang Tengah. Kakek berusia 61 tahun itu mengaku dimintai uang sebesar Rp50 ribu oleh seorang oknum polisi saat mengurus nomor polisi dan cek fisik sepeda motornya.

"Enggak tahu kenapa langsung diminta uang begitu saja. Katanya, untuk administrasi formulir, padahal setahu saya gratis," ujar Sugiharto kepada Ganjar. Saat diminta uang Rp50 ribu itu, Sugiharto tak diberi kuitansi pembayaran oleh oknum polisi itu. Tenyata, praktik pungli itu tak hanya dialami Sugiharto, namun juga sejumlah warga lain yang mengurus cek fisik kendaraan.

"Temen-teman saya juga semua ditarik. Saya terpaksa membayar karena katanya memang begitu alurnya," ujar Sugiharto.

Ganjar langsung meminta Sugiharto betemu oknum polisi yang dimaksud. Oknum polisi itu, Bigadir Polisi Dani, dicecar pertanyaan oleh Gubernur. Ia diminta mengembalikan uang Rp50 ribu yang sebelumnya ditarik dari Sugiharto.

“Katanya, cek fisik kendaraan gratis. Tapi kenapa bapak ini ditarik lima puluh ribu. Saya minta uangnya dikembalikan sekarang," kata Ganjar dengan nada tinggi.

Seketika tubuh oknum polisi itu gemetar dan langsung mengembalikan uang Rp50 ribu kepada Sugiharto. Ia hanya pasrah saat Gubernur beberapa kali mengutarakan kekecewaannya tentang praktik pungli.

"Saya minta jangan diulangi lagi. Ini harus dibenahi, karena sebenarnya saya banyak menerima keluhan (pungli) seperti ini. Kekecewaan saya sudah lama," kata Gubernur.

Setelah menginspeksi kantor Samsat, Ganjar melanjutkan kegiatan mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Magelang. [beritaislam24h.com / vnc]
Share:

Ahok Bilang Ruhut “Ngemis” Minta Dimasukkan di Tim Pemenangan


Ahok Bilang Ruhut “Ngemis” Minta Dimasukkan di Tim Pemenangan

Berita Islam 24H - Politikus Demokrat Ruhut Sitompul masuk dalam tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Menurut Ahok, dimasukkannya nama Ruhut lantaran anggota Komisi III DPR itu sendiri yang minta dilibatkan dalam tim.

“Kan bang Ruhut dulu kan orang Golkar. Dia dekat dengan Golkar. Kayaknya dia yang ngajuin ke tim kami ini untuk masuk,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (5/10/2016).

Ahok mengaku tidak terlibat dalam penyusunan struktur tim pemenangan. Penyusunan struktur tim pemenangan merupakan hasil rembukan partai-partai pengusungnya, PDI-P, Golkar, NasDem dan Hanura.

“Saya cuma tanda tangan, semua yang nyusun mereka. Saya ya ikut saja mereka maunya gimana,” ujarnya.

Dalam tim pemenangan itu, Ruhut mendapat tugas menjadi juru bicara. Selain Ruhut, masih ada 14 nama lainnya yang akan menjadi jubir tim pemenangan Ahok-Djarot. Mereka adalah Ahmad Basarah, Komaruddin Watubun, Eriko Sotarduga, Syarifuddin Sudding, Miryam Yani, Very Younevil, Donny Tjahja Rimbawan, Taufik Basari, Bestari Barus, Ansy Lema, Raja Juli Antoni, Nevi Ervina, Jerry Sambuaga dan Sophia Latjuba.

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menegaskan partainya akan mengambil langkah tegas atas perbedaan sikap yang diambil Ruhut Sitompul.

Adapun Ruhut menyatakan akan total mengupayakan kemenangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta. Ruhut bahkan rela melepaskan jabatannya sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR RI. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Ternyata Berita Hoax, Arab Saudi Tinggalkan Seluruh Penanggalan Hijriah Diganti Masehi


Ternyata Berita Hoax, Arab Saudi Tinggalkan Seluruh Penanggalan Hijriah Diganti Masehi

Berita Islam 24H - Pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi menggubah semua penanggalan dari Hijriah ke Masehi merupakan berita yang kurang akurat alias hoax.

Sampai saat ini kalender hijriah masih berlaku dan digunakan di Arab Saudi. Sedangkan informasi terkait pergantian dari Hijriah ke Masehi hanyalah pada sistem tiket pesawat terbang karena berkaitan dengan dunia internasional.

“Saudi tidak meninggalkan kalender hijriah, kecuali tiket pesawat karena internasional. Bahkan beli hp, kertas laundry, janji, semuanya pakai hijriah” jelas admin Suara Madinah, selasa(4/10/2016)

Sementara munculnya pemberitaan terkait hal tersebut terjadi karena pemberitaan media di Indonesia terlalu berlebihan.

Berikut ini keterangan lengkap dari admin Suara Madinah asal Indonesia yang saat ini berdomisili di Arab Saudi.

SAUDI TIDAK MENINGGALKAN HIJRIAH

Saudi tidak meninggalkan kalender hijriah, kecuali tiket pesawat karena internasional.

Bahkan beli HP, kertas laundry, janji, semuanya pakai hijriah.

Berita indonesia selalu membesar besarkan, di sini selalu memakai kalender hijriah bahkan kalender masehi diletakkan di kedua setelah kalender hijriah.

Berita sementara, hanya gaji yang pakai tanggal masehi, tapi saya belum dapat info dari SPA berita paling resmi Arab Saudi.

Kalau pun nanti harus mengikuti kalender masehi, maka itu semata mata demi KEMASLAHATAN dan itu tidak mengapa.

Karena :
1. Sebagian besar pekerja hingga tenaga ahli adalah warga non saudi yang negara mereka memakai kalender Masehi.

2. Kalau pun memakai kalender masehi itu terbatas pada gaji saja, toh kami mahasiswa bulan ini masih dapat gaji tanggal 28 Dzhul hijjah kemarin.

3. Tanggal hijriah sudah sangat membudidaya bagi warga saudi maupun non saudi yang sudah lama bekerja. Sebagai contoh : saya laundry pakaian, kemudian mereka memberi kertas bukti pengambilan dengan tanggal hijriah, dan itu sempat membuat saya bingung. Karena terbiasa menggunakan tanggal masehi.

4. Saya juga membuat janji terhadap warga lain, mereka menyebut tanggal 24 maka saya kira 24 bulan masehi ternyata bulan hijriah.

5. Penanggalan Masehi tidak sah secara akidah islam, karena kita berkeyakinan bahwa Nabi Isa alaihissalam diangkat Allah dan bukan dibunuh sebagaimana keyakinan kini.

6. Penanggalan hijriah adalah paling otentik, karena dipakai di semua dinasti dinasti Islam sejak Khilafah Umar Bin Khathab, sehingga terbukti kebenaranya dan tidak ada satupun yang menolak keotentikannya. Berbeda dengan penanggalan lain yang sudah terlalu kuno dan kehilangan otentiknya.

7. Kami mahasiswa libur hampir 4 bulan tanpa sekolah dan tiket dibayarkan pulang pergi. Tapi tahukah anda berapa riyal yang diberikan kerajaan secara cuma cuma ? Di rekening saya sendiri ada 3350 SAR ada 10 juta lebih. Walhamdulillah.

8. Bukan masalah jika Saudi hanya menambah kalender masehi setelah hijriah untuk memberi gaji pekerjanya, yang menjadi masalah adalah kita yang tidak hafal tanggal berapa hijriah sekarang ?.

9. Nanti bakal muncul penyesatan media hanya karena perubahan waktu gaji, misalnya :

Media A : Saudi menuju ke Ekonomi Liberal.
Media B : Saudi mulai meninggalkan kalender Hijriah.
Media C (Berbau khawarij) : Perubahan kalender Masehi, Saudi pro Amerika.
Media D : 2023 Saudi las vegas kedua.

Mungkin sudah ada yang begitu. Tapi saya sudah setahun tidak buka dan melihat media media kita yang penuh dusta dan “kepentingan”.

Admin Suara Madinah

Share:

Pakar Kristologi: Ahok Penganut Kristen Radikal, Diduga ada Kristenisasi Terselubung


Pakar Kristologi: Ahok Penganut Kristen Radikal, Diduga ada Kristenisasi Terselubung

Berita Islam 24H - Muallaf (mantan Kristen), sekaligus Dai dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustadz Insan Mokoginta, merasa prihatin dengan beredarnya video Pemprov DKI yang memuat sikap emosional Ahok yang menyalahkan iman orang lain dan sesumbar imannya yang paling kuat sehingga dijamin masuk surga.

Menurut Ustadz Insan Mokoginta, tidak seharusnya Ahok mengungkapkan pernyataan demikian, apalagi dalam sebuah rapat Pemprov DKI. Sebab, mayoritas pejabat Pemprov DKI yang notabene adalah Muslim, seolah seperti sedang mendengar khotbah Ahok di gereja.

“Bicara soal iman dia sebagai pengikut Yesus tentu itu bukan pada tempatnya. Kalau dia bicara di gereja, itu silahkan saja, tapi kenapa disampaikan dalam rapat Pemprov DKI, dengan nada emosional, gebrak meja, tentu saja itu bukan pada tempatnya,” kata Ustadz Insan Mokoginta kepada Panjimas.com, Kamis (29/9/2016).

Ia pun menduga, ada misi Kristenisasi terselubung di balik pernyataan Ahok yang ditayangkan melalui video Pemprov DKI.

“Saya menduga ada misi Kristenisasi yang terselubung di balik itu. Seharusnya, video yang diunggah oleh Dinas Kominfomas Pemprov DKI, melalui proses editing, sehingga celoteh Ahok ini tidak perlu ditampilkan secara umum,” tutur pakar Kristologi itu.

Di sisi lain, semakin membuktikan bahwa Ahok bukanlah penganut orang biasa, melainkan ia seorang penganut Kristen radikal.

“Beliau termasuk penganut Kristen yang radikal. Buktinya dengan sangat berapi-api dia mengatakan dengan sesumbar seolah-olah iman dia yang paling benar, dia dijamin pasti masuk surga,” tandasnya. [beritaislam24h.com / pmc]
Share:

Reklamasi; Skenario Jangka Panjang Cinaisasi, Dimana Cina Ingin Menguasai Indonesia


Reklamasi; Skenario Jangka Panjang Cinaisasi, Dimana Cina Ingin Menguasai Indonesia

Berita Islam 24H - Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies, Marwan Batubara mengatakan reklamasi merupakan salah satu proses jangka panjang yang dimana Cina ingin menguasai Indonesia. Menurutnya, penguasaan ekonomi dengan menguasai lahan adalah salah satunya.

“Lahan itu tidak cuma di kota-kota besar, perkebunan pun mereka sudah kuasai. Jadi, kalo diukur secara ekonomi 70-80 % mereka sudah menguasai kita,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies, Marwan Batubara di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

Hizbut Tahrir Indonesia melalui Halqah Islam dan Peradaban yang ke-66 menggelar acara dengan mengusung tema “Bahaya Cinaisasi di Balik Reklamasi Teluk Jakarta” di Aula DHN Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

Turut diundang juga sebagai pembicara: KSAL TNI 2005-2007; Laksamana Madya (Purn) Slamet Soebijanto, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI; Dr. Rizal Ramli, Ketua DPP HTI; Dr. Rahmat Karunia, Juru Bicara HTI; Ustadz Ismail Yusanto.

Selain penguasaan lahan di kota-kota besar dan perkebunan yang sudah Cina kuasai sekitar 70-80%, Marwan Batubara memandang, bahwa aspek ekonomi lainnya, yaitu daerah-daerah bisnis pun Cina kuasai.

Melanjutkan perkataannya, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies, Marwan Batubara juga memberikan nasehat terhadap sikap pemerintah yang cenderung lebih tidak berpihak kepada rakyat miskin atau pribumi asli.

“Jangan orientasi kekuasaan dan rente, melupakan pribumi yang sangat-sangat miskin. Nanti, kita jadi budak di negeri sendiri akibatnya, karena pemimpinnya itu tidak punya komitmen yang kuat untuk rakyat banyak,” tuturnya.

Dalam kasus reklamasi tersebut, Marwan mengungkap, bahwa hanya ada dua kemungkinan yang melekat pada diri pemerintah saat ini.

“Kalau kita urut satu per satu dari presiden, presidennya bisa bagian dari Cina itu sendiri atau dia memang orientasinya cuma rente dan kekuasaan. Jadi, sudah tidak punya tanggung jawab moral.” Tandasnya. [beritaislam24h.com / pmc]
Share:

Guru Besar UI Ingatkan Pemilih Siluman dari China di Pilkada DKI


Guru Besar UI Ingatkan Pemilih Siluman dari China di Pilkada DKI

Berita Islam 24H - Semua warga DKI Jakarta yang akan berpartisipasi di Pilkada 2017 harus mewaspadai pemilih siluman dari China.

“Saat Pilkada DKI nanti Panitia Pemungutan Suara (PPS) haruss ajak pemilih bicara bahasa Indonesia,” kata Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsuddin di akun Twitter-nya @nazarsjamsuddin.

Kata Nazaruddin, PPS bertanya menggunakan bahasa Indonesia ke pemilih agar bisa diketahui asalnya. “Klo ga bisa, berarti dia pemilih siluman dari China,” ungkapnya.

Nazaruddin juga meminta saksi bisa diandalkan dari partai politik yang berada di TPS saat penghitungan suara di TPS. “Saksi parpol harus bisa diandalkan,” papar Nazaruddin. [beritaislam24h.com / snc]
Share:

Selasa, 04 Oktober 2016

Harumkan Nama Indonesia, Ini Penembak Kelas Dunia dari Kodam III Siliwangi


Harumkan Nama Indonesia, Ini Penembak Kelas Dunia dari Kodam III Siliwangi

Berita Islam 24H - Penembak jitu asal Indonesia memiliki segudang prestasi. Salah satunya Serda Dasep Iman Suherman, anggota Yonif 300/Raider Banjar Kedaton Kodam III/Siliwangi.

Dasep merupakan salah satu perwakilan prajurit terbaik dari 19 orang di kontingen TNI Angkatan Darat (AD) yang meraih prestasi juara umum di berbagai ajang internasional.

Yang terakhir, Dasep dikenal sebagai penembak jitu di ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AASAM) 2016.

“Ini keikutsertaan saya yang kedua pada ajang AASAM 2016,” ujar Serda Dasep, Rabu (5/10/2016).

Tahun 2015, Dasep pertama ikut menjadi tim penembak Kontingen Indonesia. Dalam ajang tersebut, Dasep meraih 4 medali perak, 1 perunggu, untuk kelas perorangan. Di kelas beregu, Dasep memenangkan 6 emas, satu perak, dan dua perunggu.

Sementara di tahun 2016, untuk perorangan, Dasep menyumbang 1 perak dan 2 perunggu. Untuk beregu ia menyumbangkan 7 emas, 1perak, dan 2 perunggu. Total medali yang diraih 7 emas, 2 perak dan 4 perunggu.

Yang lebih membanggakan lagi, Dasep dan tim TNI Angkatan Darat dalam menembak AASAM menggunakan senapan Jenis SS2-V4 dan senjata genggam G2 buatan PT Pindad. Yakni salah satu industri Strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia yang memproduksi senjata untuk TNI AD.

“Keberhasilan Dasep dan tim TNI AD telah turut mengharumkan nama TNI Angkatan Darat dan bangsa Indonesia dalam meraih juara umum dalam lomba tembak AASAM. Ini menunjukkan profesionalisme prajurit TNI mengungguli negara lain,” ungkap Kapendam III Siliwangi, Letkol ARH Desi Ariyanto.

Lomba tembak AASAM TNI AD 2016 ini diikuti 20 negara maupun gabungan negara dari Kontingen ANZAK (Australia New Zeland Army Corps).

Ke-20 negara tersebut di antaranya, Amerika Serikat, Perancis, Kanada, United Kingdam, Australian, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab, PNG, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Indonesia. [beritaislam24h.com / kc]
Share:

Dianggap Ngemplang Pajak, Relawan Ahok Laporkan Peserta Tax Amnesty ke Mabes Polri


Dianggap Ngemplang Pajak, Relawan Ahok Laporkan Peserta Tax Amnesty ke Mabes Polri

Berita Islam 24H - Relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melaporkan ke Mabes Polri orang-orang yang ikut tax amnesty termasuk Sandiaga Uno karena dianggap ngemplang pajak.

“Kami dari Tim Relawan Ahok Anti Pengemplang pajak akan melaporkan sejumlah gurita pengemplang pajak yang telah melakukan kejahatan,” kata Koordinator Koalisi Relawan Ahok Anti Pengemplang Pajak Marjono Salyo dalam keterangan kepada suaranasional, Selasa (5/10).

Kata Marjono, orang yang ikut tax amnesty termasuk pelaku kejahatan karena tidak pernah membayar pajak.

“Tax Amnesty adalah masuk katagori pelaku kejahatan ekonomi yang sangat serius sebagai pengemplang pajak patut didukung sebagai dasar untuk penegak hukum memproses semua pengemplang pajak ke meja hijau,” ungkap Marjono.

Kata Marjono, relawan Ahok ini akan melaporkan para pengusaha yang ikut tax amnesty ke Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (7/10).

Berikut ini para pengusaha yang dilaporkan relawan Ahok ke Bareskrim Mabes Polri karena dianggap pengemplang pajak.

Keluarga Thohir: Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir dan bos Grup Mahaka Erick Thohir

Chief Executive Officer (CEO) Sriwijaya Air Group Chandra Lie

Murdaya Poo dari PT Central Cipta Murdaya (CCM)

Chief Executif Officier (CEO) Grup Lippo James Riadi

Direktur Utama PT Garuda Mitra Sejati-pengelola Jogja City Mall (JCM), Soekeno dan adik Sri Sultan HB X, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (GPH) Hadiwinoto

Grup Salim, Anthoni Salim pemilik Aset 54 Milyar dollar US

Mantan bos Grup Astra dan pemilik Grup Triputra Theodore Permadi Rachmat

Tommy Soeharto, Bos Grup Barito Prajogo Pangestu, dan Keluarga Eka Tjipta Widjaja pemilik Grup Sinarmas yang diwakili oleh Franky Widjaja

Selain itu, ada bos Grup Bakrie Aburizal Bakrie, bos Grup Medco Arifin Panigoro, dan bos Pasaraya Abdul Latief

Serta Sandiaga Uno Group Saratoga

Share:

Data BPK: Begini Kisah Pemprov DKI Beli Tanah Milik Sendiri Rp 668 M


Data BPK: Begini Kisah Pemprov DKI Beli Tanah Milik Sendiri Rp 668 M

Berita Islam 24H - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pembelian lahan 4,6 hektar di Cengkareng, Jakarta Barat. Lahan itu diketahui milik Dinas Kelautan dan Perikanan DKI tetapi malah dibeli Dinas Perumahan dari pihak ketiga sebesar Rp 668 miliar.

Dari data hasil audit BPK terpapar dugaan kerugian negara dalam pembelian yang sudah dibayarkan ke pihak ketiga pada November 2015 itu.

Pada Kamis pekan lalu, BPK sudah bertemu Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok. Saat itu Ahok bahkan menyebut ada dugaan mafia bermain.

"Kami curiga, ada tanah yang dibeli sendiri dengan memalsukan dokumen. Ini sudah kami laporkan ke KPK dan polisi," kata Ahok saat itu.

BPK lewat juru bicaranya Yudi Ramdan Budiman menyampaikan ada dugaan penyimpangan dan tidak sesuai dengan ketentuan, dan menimbulkan kerugian negara.

"Nah tim, akan mencari siapa yang melakukan apa dan seberapa besar kerugian itu," jelas Yudi, Senin (27/6/2016).

Berikut data dari laporan BPK:

- Pada 22 Desember 2006 tanah di Cengkareng itu sudah pernah diklaim PT SG, namun lewat proses banding di Pengadilan Tinggi dan kasasi MA Dinas Kelautan dan Perikanan DKI memenangkannya. Bahkan mendapatkan ganti rugi atas penyerobotan dan perusakan lahan.

- Pada 2015 Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah (PGP) melaksanakan pengadaan tanah seluas 46.913 m2 yang lokasinya berada pada tanah yang sudah tercatat dalam KIB dinas KPKP Pemprov DKI.

- Pembebasan lahan untuk pembangunan Rusun Cengkareng yang mengacu pada keputusan Gubernur DKI Nomor 1731 tahun 2015 tanggal 28 Agustus 2015 tentang penetapan lokasi pembangunan rumah susun beserta fasilitasnya di kelurahan Cengkareng Barat.

- Dinas Perumahan melakukan pembebasan lahan itu dengan membelinya dari pihak ketiga atas nama KS. Padahal lahan itu tercatat milik Dinas KPKP Pemprov DKI dan menjadi lahan pembibitan

- Pembebasan lahan tersebut selesai 100 persen sesuai Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan pada 5 November 2015 antara kuasa pemilik lahan dengan pihak Dinas PGP.

- Kemudian dilakukan pembayaran lahan senilai Rp 668 miliar melalui empat lembar cek atas tanah tersebut dengan sertifikat SHM atas nama ahli waris KS yang terdiri atas saudari TNS, SJS, RPS, LRS, dan DZ

- Saat Dinas PGP melakukan pembelian dan memulai proses balik nama atas SHM pihak ketiga menjadi atas nama Pemprov DKI, pegawai Dinas KPKP tidak pernah dilibatkan

- Sampai dengan pemeriksaan BPK terakhir, proses balik nama SHM atas nama ahli waris KS menjadi atas nama Pemrov DKI Jakarta belum selesai

Share:

Pengamat Intelejen: E-KTP Aspal Buatan China Kini Banyak Dimiliki Oleh Pendatang asal China


Pengamat Intelejen: E-KTP Aspal Buatan China Kini Banyak Dimiliki Oleh Pendatang asal China

Berita Islam 24H - Pengamat Intelejen Sofjan Lubis mengatakan bahwa banyak pendatang asal China memiliki kartu identitas ganda, salah satunya E-KTP aspal dengan hologram asli; aspal karena tidak akan ditemukan data kebenarannya terakit nama orang tersebut, asli karena baik bentuk dan hologramnya adalah asli.

Kalau tidak di cek dan diverifikasi, sekilas kalau dilihat dan dipegang; baik bentuk dan hologramnya memang asli namun data yang tertera didalam E-KTP tersebut jelas tidak ada alias bodong.

Kepemilikan E-KTP Aspal tersebut karena akibat Kebijakan kementerian Dalam Negeri dahulunya yang menggunakan perusahaan asal China dan Perancis didalam penyediaan salah satu bagian E-KTP yaitu Hologramnya.

Keberadaan E-KTP aspal tersebut dapat disalahgunakan apabila mendekati Pilkada 2017, karena bisa terjadi mobilisasi massa untuk mendukung salah satu calon yang membutuhkan suara ‘gelap’ tersebut.

Bukan hanya dibuat di negeri asalnya, kemudahan dan keberadaan calo calo penjual bangsa yang bersedia membuatkan E-KTP kepada pendatang asal china tersebut di sejumlah daerah.

Pendatang Gelap yang mencoba peruntukkan menjadi penduduk pendatang yang telah bermukim lama dengan memiliki E-KTP aspal hingga akhirnya memiliki hak pilih; itulah skema yang terjadi.

Pihak Intelejen harusnya cepat mencermati kondisi ini, dan cepat memberikan responsif atau tindakan untuk mulai membatasi dan mengendalikan setiap pendatang asal China ke Indonesia. [beritaislam24h.com / lnc]
Share:

Pasangan Cagub DKI Bakal Diadu Debat Tiga Kali


Pasangan Cagub DKI Bakal Diadu Debat Tiga Kali

Berita Islam 24H - Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta segera menyusun jadwal debat publik untuk pasangan calon gubernur sebanyak tiga kali. Debat kandidat digelar dalam rentang tiga bulan terakhir sebelum pemungutan suara Februari 2017 mendatang.

"Nanti ada tiga kali debat di putaran pertama dan itu ditanggung KPU. Kemungkinan waktunya tiga bulan terakhir, yakni Desember satu kali, Januari satu kali, dan Februari satu kali. Tapi jadwalnya belum ditetapkan," jelas Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno kepada wartawan, Selasa (4/10).

Menurutnya, untuk alat peraga kampanye, KPU DKI juga akan menyediakan seluruhnya. Hal itu sesuai aturan Undang-Undang 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota (UU Pilkada).

"Fasilitas KPU diantaranya alat peraga kampanye, misalnya baliho, umbul-umbul, spanduk, pamflet, selebaran. Pokoknya bahan-bahan keperluan kampanye. Sosialisasi di media cetak dan elektronik, nanti mereka yang menyiapkan materi dan desainnya. KPU juga yang membiayai pasang iklan," ujar Sumarno.

Dia memastikan bahwa KPU hanya menyediakan fasilitas berupa alat peraga kampanye, bukan dalam bentuk uang.

"Mereka boleh menambah alat peraga kampanye, maksimal 150 persen dari yang disediakan KPU. Totalnya setiap kota itu 20 baliho, tiap kecamatan lima reklame, dan dua spanduk di tiap kelurahan," demikian Sumarno. [beritaislam24h.com / rc]
Share:

Pemerhati Politik: Ahok Panik


Pemerhati Politik: Ahok Panik

Berita Islam 24H - Tuduhan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada cawagub Sandiaga Uno sebagai pengemplang pajak karena mengikuti program tax amnesty merupakan bentuk kepanikan.

Pasalnya, selain mengajak mengikuti tax amnesty, Sandiaga juga menantang pembuktian terbalik harta yang dimiliki Ahok.

"Kalau memang sudah merasa trasparan dan tidak ada yang ditutupi, kenapa Ahok tidak berani menerima tantangan ini bukan malah sebaliknya melakukan tuduhan yang tidak berdasar," kata pemerhati politik, Jajat Nurjaman, Rabu (5/10)

Selain itu, lanjut Jajat, sebagai calon petahana apa yang dilakukan Ahok tidak mencerminkan siap bersaing secara sehat dengan cara mengdiskreditkan salah satu lawan politiknya.

Menurut Jajat, apa yang dilakukan Ahok kali ini bertentangan dengan salah satu alasan kenapa PDI Perjuangan sebagai partai penguasa memberikan dukungannya, karena Ahok dianggap bisa bersinergi dengan pemerintah pusat.

"Namun dengan adanya kejadian ini saya kira harus menjadi catatan penting bagi PDIP karena pada kenyataannya Ahok tidak selalu bisa sejalan dengan pemerintah pusat (soal tax amnesty)," terang direktur eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) ini.

Jajat menambahkan, apa yang dilakukan Sandiaga patut dijadikan contoh yang baik, karena meskipun belum menjadi pejabat publik sudah berani transparan dan bisa bersinergi dengan pemerintah pusat yang saat ini sedang gencar mensosialisasikan program tax amnesty. [beritaislam24h.com / rc]
Share:

Wow, Menteri Susi ‘Minta’ TNI AL Melawan Reklamasi


Wow, Menteri Susi ‘Minta’ TNI AL Melawan Reklamasi

Berita Islam 24H - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah memberikan sinyal, bahwa TNI AL juga menentang reklamasi. Sinyal itu disampaikan Susi saat berbicara dalam diskusi publik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang reklamasi.

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik Zainal Abidin kepada intelijen (04/10). “Menteri Susi menyebutkan, TNI AL sulit memarkirkan kapal selamnya lantaran lahan di pulau tunda telah hilang. Ini sinyal bahwa TNI AL diminta ikut menolak reklamasi,” kata Zainal.

Menurut Zainal, Menteri KKP telah meminta bantuan TNI AL untuk melawan reklamasi. “Reklamasi bukan hanya merugikan nelayan, TNI AL juga dirugikan, makanya Menteri Susi minta bantu TNI AL untuk melawan reklamasi,” ungkap Zainal Abidin.

Zainal menilai, selama ini Susi Pudjiastuti menjadi menteri yang konsisten menolak reklamasi. “Dia tahu bahwa reklamasi hanya menguntungkan orang kaya dan merugikan rakyat kecil,” papar Zainal.

Terkait sikap Menteri Susi, Zainal memperkirakan, Susi bisa saja mengundurkan diri jika proyek reklamasi di Teluk Jakarta masih dilanjutkan. “Ada kemungkinan Menteri Susi mundur,” jelas Zainal.

Sebelumnya Menteri KKP Susi Pudjiastuti mengatakan, TNI AL sulit memarkirkan kapal selamnya lantaran lahan di pulau tunda telah hilang. “Saya baru dengar (TNI) AL tidak punya tempat untuk simpan kapal selam karena pasir di pulau tunda hilang,” kata Susi di Gedung KPK (04/10). [beritaislam24h.com / ici]
Share:

"Insiden Kansas 44" Hengkangnya Keturunan China Dari Pariaman


"Insiden Kansas 44" Hengkangnya Keturunan China Dari Pariaman

Berita Islam 24H - Keturunan Tionghoa atau China dikenal ada di mana saja. Di mana bumi membentang pasti ada China nya. Pameo demikian tidak berlaku untuk Kota Pariaman pasca insiden "Kansas" yang terjadi sekitar tahun 1944 bertepatan sebelum hengkangnya Jepang dari tanah air. Peristiwa Kansas itu sendiri terjadi di Simpang Kampuang Cino Pariaman tepatnya di simpang tugu tabuik sekarang.

Insiden Kansas adalah peristiwa pembunuhan (dengan penggorokan) terhadap beberapa orang penduduk keturunan Tionghoa di Pariaman karena sesuatu alasan. Kansas dalam artian Kanso, adalah alat yang dilakukan untuk menggorok. Kanso bisa disamakan dengan jenis logam seng tebal yang terdapat pada beberapa kaleng. Kanso yang digunakan saat itu diambil dari bekas kaleng roti.

Peristiwa Kansas dipicu akibat tidak setianya beberapa oknum penduduk China Pariaman kepada pejuang pribumi. Tidak semuanya memang, namun akibat gesekan rasial tersebut seluruh komunitas China yang ada di Pariaman hengkang menyelamatkan diri ke berbagai daerah. Aset mereka yang tinggal begitu saja, beberapa waktu kemudian dijual murah melalui perantara.

Sebelum peristiwa tersebut, komunitas China sangat ramai di Pariaman. Mereka punya pandam pakuburaan tersendiri yakni di belakang Makodim 0308/Pariaman (sekarang). Masyarakat Tionghoa di Pariaman sudah ada sejak zaman Belanda. Mereka yang ada di Pariaman umumnya para pedagang, pemilik pabrik roti, pabrik sabun, hingga distributor rempah-rempah dan kebutuhan sehari-hari (kumango).

Komunitas China Pariaman bermukim di area Kampung Chino yakni di Jl. SB Alamsyah Kp Balacan, Kp Jawo, dan Kp Pondok. Sebelum Insiden Kansas, mereka hidup rukun berdampingan dengan pribumi. Tempat sembahyang China di Pariaman terletak di Simpang Tabuik yang sekarang persis berada di deretan Toko Ali.

Merujuk pada sejarah yang dituturkan saksi hidup yang sempat kami wawancarai, kekecewaan pribumi pada komunitas China bermula dari diketahuinya lokasi pejuang pribumi oleh tentara Jepang. Pejuang pribumi saat itu banyak dieksekusi di tempat persembunyiannya. Apa yang mereka rencanakan selalu diketahui oleh tentara tentara Jepang.

Atas keganjilan tersebut, pribumi saat itu memutar otak. Mereka mencari dimana letak keganjilannya. Mereka berpikir ada sesuatu yang telah terjadi. Pengkhianatan terhadap mereka telah dilakukan.

Pejuang pribumi yang tersisa mengutus anak-anak untuk memata-matai beberapa oknum yang dicurigai. Mereka disuruh bermain-main di halaman sejumlah kedai yang acap digunakan tentara Jepang berkumpul. Mulailah anak-anak bermain gasing, patok lele dan permainan tradisional lainnya ke tempat-tempat yang disuruh pejuang pribumi.

Usaha tersebut ternyata berhasil. Salah satu kedai kopi milik non pribumi China di Kp Balacan dikupingi pembicaraannya. Pemberi informasi memang bukan pemilik kedai, tapi langganan tetap yang juga keturunan China. Rupanya selama ini dia menjadi mata-mata (spionase) Tentara Jepang.

Singkat cerita, mata-mata Jepang tersebut "diambil malam" oleh pejuang. Dari penuturan yang kami himpun, komplotan mata-mata itu semuanya berjumlah tiga orang. Tiga orang pengkhianat tersebut dibawa ke tempat persembunyian pejuang. Di sana mereka diinterogasi dan akhirnya mengakui perbuatannya.

Atas perbuatannya itu, ketiga orang tersebut dieksekusi dengan cara yang belum pernah terpikirkan olehnya. Leher mereka digorok hingga nyaris putus dengan Kanso yang maha perihnya. Ketiga mayat tersebut diletakan menjelang subuh tepat di depan tugu tabuik sekarang ini berada. Kanso sebagai alat eksekusi masih menempel di leher mereka.

Catatan Oyong Liza Piliang

Share:

Hanya Sekelas Dimas Kanjeng Saja Sudah Tertipu, Bagaimana dengan Fitnah Dajjal?


Hanya Sekelas Dimas Kanjeng Saja Sudah Tertipu, Bagaimana dengan Fitnah Dajjal?

Berita Islam 24H - Saya tidak bisa bayangkan, jika sekelas Kanjeng si pengganda uang sanggup membutakan mata dan hati orang sekelas MD (marwah Daud Ibrahim -red); maka bagaimana jika yang ada itu fitnah Dajjal?!

Dajjal datang dengan kekuatan dan fitnah luar biasa. Negeri kerontang yang menyambut seruannya dalam sekejap diubah menjadi subur, hijau dan makmur. Demikian sebaliknya, negeri yang semula hijau diubah menjadi mati kering lantaran menolak ajakannya.

"Dia (Dajjal) memerintahkan langit untuk menurunkan hujan dan kemudian hujan turun; dan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman maka kemudian tumbuh." (HR Muslim/2937)

Sungguh fitnah yang luar biasa. Bahkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyatakan sebagai Fitnah paling besar yang didapati umatnya. Tidak ada yang melebihi besarnya.

“Allah tidak menurunkan ke muka bumi -sejak penciptaan Adam as hingga hari Kiamat- fitnah yang lebih dahsyat dari fitnah Dajjal.” (HR Ath-Thabrany)

Maka itulah beliau ajarkan kita do'a berlindung dari fitnahnya pada setiap akhir shalat sebelum salam.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan fitnah Al Masih Ad Dajjal” (HR. Muslim no. 588).

Demikian pula satu amalan yang kata Nabi, jika konsisten dikerjakan akan memelihara hamba dari fitnah Dajjal, yakni membaca Surah Al Kahfi pada hari Jum'at.

Semoga Allah Ta'ala selamatkan kita dari fitnah Dajjal; serta menghindarkan kita dari bertemu dengan zaman di mana Dajjal itu keluar menebar fitnah dan kekufuran.

(Ust. Rappung Samuddin)

Share:

KH Hasyim Muzadi Ajak Marwah Daud Kembali ke Jalan Benar


KH Hasyim Muzadi Ajak Marwah Daud Kembali ke Jalan Benar

Berita Islam 24H - KH Hasyim Muzadi mengaku mengenal Marwah Daud sebagai orang yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. Setelah mengetahui Marwah menjadi pengikut di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ia pun segera mengajak Marwah untuk kembali ke jalan yang benar.

Hasyim bercerita pertama kali mengenal Marwah saat bertemu di London, Inggris bersama istrinya. Saat itu Marwah tengah kehilangan kopernya sehingga Hasyim memberikan bantuan dengan meminjamkan baju istrinya pada Marwah.

Sedangkan terkait nama Taat Pribadi, Hasyim mengaku tidak pernah mendengar sama sekali. Dia pun mengaku baru mengetahui belakangan ini bahwa ada orang yang memiliki kekuatan untuk menggandakan uang.

Namun Hasyim mengaku tidak habis pikir jika temannya, Marwah yang dia kenal sebagai wanita cerdas justru menjadi pengikut Taat Pribadi. Hasyim pun meminta Marwah untuk kembali dan tidak lagi menjadi bagian dari pengikut Taat Pribadi.

"Bu Marwah kembali sajalah pada kita-kita ini," ujar Hasyim pada Marwah dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One, Selasa (4/10) malam.

Ia mengaku mendapatkan pelajaran dari kasus Taat Pribadi yakni kecerdasan dan kepandaian seseorang bukanlah segalanya, bila terhadap fenomena kezaliman yang beraromakan agama bisa begitu dipercaya.

"Kecerdasan dan kepandaian belum segalanya. Karena kondisi kejiwaan juga berpengaruh pada kecerdasan dan kepandaian seseorang," ujarnya. [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Innalillahi, Gereja Pajangan Bantul Ajak Ibu-ibu Muslimah Resmikan Patung Kepala Yesus


Innalillahi, Gereja Pajangan Bantul Ajak Ibu-ibu Muslimah Resmikan Patung Kepala Yesus

Berita Islam 24H - Beredar di media sosial gambar ibu-ibu pengajian yang berselfie bersama pendeta dengan background patung kepala Yesus. Foto tersebut beredar cukup luas dan menjadi viral.

Sontak, hal ini menimbulkan kegeraman umat Islam, khususnya umat Islam Yogyakarta. Pasalnya, selain menampilkan foto ibu-ibu muslimah berbackround patung Yesus, lokasi foto ternyata berada di Bantul Yogyakarta.

Ustadz Abdurrahman Ketua Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta membenarkan kabar tersebut. Hal itu juga diamini Rosyid salah satu anggota Omah Ngaji (Omji) Yogyakarta.

“Iya itu peresmian wisata religi (Khatolik) di Panjangan, Bantul. Kok ditampilkan ibu-ibu berjilbab, itu ibu muslimah jama’ah pengajian. Kita protes kenapa umat muslim harus dilibatkan, kita umat muslim sudah ada akidah sendiri dan kami sangat keberatan, karena telah mencampuri akidah islam” kata Ustadz Abdurrahman Panglima FJI seperti dikutip dari Panjimas, Senin (3/10/2016).

Bersama Ormas Islam lainnya di Yogyakarta, Front Jihad Islam (FJI) mendatangi Kantor Kelurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta, guna mensikapi Pendirian Patung Kerahiman di Gereja St. Yakobus Elfensius, Pajangan,.

Dihadapan Muh. Irwan Susanto, Lurah Sendangsari, FJI menyampaikan keberatan acara Gereja Pajangan telah melibatkan umat muslim.


PATUNG LIAR?

Dalam audiensi tersebut, Ormas Islam Yogyakarta juga mempertanyakan soal perijinan pembangunan Patung Yesus. Jika tidak ada ijin, mereka mendesak untuk dilakukan pembongkaran.

“Pembangunan Tugu atau bangunan itu harus ada ijin Bupati. Apakah selama ini sudah ada ijinnya? Kami ingin menegakkan aturan yang ada, sesuai peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2015. Semua pembangunan harus dengan ijin Bupati dan ada pelepasan tanah, dan tanah disebelah selatan pembangunan itu milik warga muslim. Warga tersebut keberatan” ucap Joko Widodo, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Front Jihad Islam (FJI) Yogyakarta.

Dihadapan Kapolsek Pajangan, AKP Suyanto SH, Danramil Pajangan, Inf. Suyadi, Camat Pajangan, Dra Srikayatun dan Lurah Sendangsari, Muhammad Irwan Susanto SE, ormas Islam yang diwakili dari FJI meminta pihak Gereja mematuhi peraturan Bupati.

FJI menekankan isi dari peraturan Bupati Nomor 43 tahun 2015 tentang point nomor 6. Disitu menyatakan bahwa kalau tidak sesuai prosedur akan dilakukan pembongkaran. Untuk itu, FJI akan segera melakukan kordinasi ke Dinas perijinan untuk dilakukan penertiban.

“Dari keterangan pak lurah tadi, bahwa selama ini pihak gereja belum melakukan koordinasi serta pengajuan pembangunan. Apabila ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, kedepan kami akan menggunakan massa yang lebih banyak untuk memprotes keberadaan Gereja tersebut” tegasnya. [beritaislam24h.com / hzq]
Share:

LSI: Mayoritas Pemilih Ahok Lulusan SD dan Putus Sekolah


LSI: Mayoritas Pemilih Ahok Lulusan SD dan Putus Sekolah

Berita Islam 24H - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfarabie mengatakan mayoritas pendidikan pemilih Ahok-Djarot adalah lulusan sekolah dasar dan putus sekolah.

“Ahok mendapat dukungan dari warga yang lulus SD dan putus sekolah sebanyak 31,1 persen. Sementara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Silvyana Murni ‎mendapatkan dukungan yang sama besar yaitu 13,1 persen. Swing voter sebanyak 42,3 persen,” kata Adjie dalam pemaparan hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bertajuk "Ahok Potensial Kalah? Agus Harimurti Yudhoyono Kuda Hitam" di Kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Masih menurut Adjie, tren elektabilitas dan kesukaan Ahok menurun sejak survei diadakan pada Maret 2016, Juli 2016, dan Oktober 2016 sebesar kurang lebih 18 persen dan 13 persen. Ia menjelaskan ada empat alasan Ahok mengalami penurunan.

Padahal berdasarkan survei terakhir yang dirilis lembaga survei Poltracking Indonesia pada 15 September 2016 lalu, elektabilitas Ahok berada di angka 40,77 persen.

Survei LSI ini diselenggarakan pada tanggal 28 September hingga 2 Oktober 2016 dengan cara wawancara tatap muka. Riset dilakukan dengan metode multistage ramdom sampling dengan margin of error plus minus 4,8 persen. Survei ini juga dibiayai sendiri oleh LSI. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Copyright © mlbcardvalue.com | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com