Jumat, 30 September 2016

Sandiaga Uno Si “Anak Kecil” Yang Selamatkan Jawa Pos, Sebuah Cerita Dari Dahlan Iskan


Sandiaga Uno Si “Anak Kecil” Yang Selamatkan Jawa Pos, Sebuah Cerita Dari Dahlan Iskan

Berita Islam 24H - Dikutip dari laman facebook Relawan Sandi Uno, bagaimana seorang Dahlan Iskan menceritakan pertama kalinya bertemu dengan Sandiaga Uno.

Selengkapnya seperti yang Dahlan Iskan jelaskan melalui video singkat berikut:

"Waktu itu Jawa Pos Grup sudah jadi perusahaan besar. Tiba2 ada krisis yg luar biasa hebatnya tahun 97/98, dan saya betul2 ingin melakukan konsolidasi agar bisa lepas dari krisis itu. Ternyata ada anak muda kecil (saat itu Sandiaga Uno berusia 28 tahun) menawarkan uang puluhan milyar, kalau sekarang mungkin senilai ratusan milyar, dan kepada saya dia bisa memberikan solusi bagaimana cara Jawa Pos Grup melakukan konsolidasi.

Saya pikir, pikirannya sangat maju dan masuk akal. Dan saya langsung percaya dengan apa2 yg dia omongkan karena alasan2 nya sangat kuat. Karena itu (saya putuskan),

"Oke, anda bantu saya untuk keluar dari krisis ini !"

Dan ternyata betul-betul Sandiaga Uno benar-benar brilian !! Ia kerja keras sekali. Tidak mengenal waktu bagaimana melakukan rapat2 dan memikirkan jalan keluar secara finansial, supaya bisa segera keluar dari kesulitan.

Dan ternyata anak kecil itu, yang waktu itu saya anggap,

"Aduh siapa ini..?"

Ternyata Luar Biasaa...!!!"

Hebatnya, presentasi pertama Sandiaga yg berhasil memikat Dahlan Iskan itu hanya dilakukan di lobby kantor DahIan Iskan. Saat itu DahIan Iskan akan ada acara lain dan sudah tergesa2 akan meninggalkan kantornya. Ia diberitahu bahwa ada seorang anak muda yg menunggu dan sungguh ingin bertemu dengannya.

Karena merasa bahwa hal itu tidak penting, DahIan Iskan kemudian mengultimatum hanya bisa memberikan waktu beberapa menit saja kepada anak muda tersebut untuk berbicara, sambil menunggu sopir yg datang.

Luar biasa, waktu yg tak sampai 15 menit itu betul-betul dimanfaatkan oleh pemuda yg tak lain adalah Sandiaga Salahuddin Uno.

Dan hasil presentasi pertama yg dilakukannya sambil berdiri tersebut berhasil memikat hati Dahlan Iskan. Hasil kerja Sandiaga akhirnya berhasil menyelamatkan Jawa Pos Grup dari situasi kolaps.

Share:

Hina Nabi Muhammad di Facebook, Pria ini Diganjar Empat Tahun Penjara


Hina Nabi Muhammad di Facebook, Pria ini Diganjar Empat Tahun Penjara

Berita Islam 24H - Setelah Bagus Panji (24 Tahun) tiga bulan mendekam di tahanan, Kamis (29 September 2016) Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengganjar hukuman empat tahun penjara, denda Rp10 juta, subsider tiga bulan kurungan. Vonis dijatuhkan dinyatakan terbukti melecehkan ajaran Islam dan menghina Nabi Muhammad Saw di akun media sosial Facebook.

Warga Dusun Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi ini, pada Ramadhan lalu, tepatnya pada Ahad , 12 Juni 2016, melalui akun media sosial Facebook atas nama Bagus Panji mengunggah tulisan bernada melecehkan ajaran Islam. Lebih fatal lagi, menutup tulisan dengan menghina Nabi Muhammad Saw, mengumpat dan spesifik menyebut nama binatang.

Kontan tulisan mendapat komentar dari pengguna media sosial Facebook lainnya. Di tengah keroyokan komentar itu, Bagus Panji berusaha menjelaskan. Diantaranya beralasan tulisan tersebut dibuat karena merasa kasihan kepada segenap pemilik warung, selama Ramadhan harus tutup. Penjelasan itu justru blunder; tetap dikeroyok oleh pengguna media sosial Facebook. Puncaknya, Bagus Panji mengunggah pernyataan minta maaf, karena tulisannya telah menyakiti masyarakat, khususnya umat Islam.

Kendati telah meminta maaf, sejumlah Organisasi Massa (Ormas) Islam tetap tidak dapat menerima. Akun media sosial Facebook milik Bagus Panji yang secara kronologis memuat tulisan-tulisan penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw dan melecehkan ajaran Islam dicetak, dijadikan bukti saat melapor ke Polisi pada pertengahan Juni 2016.

Sabtu, 18 Juni 2016, Bagus Panji diringkus Polisi dan resmi dinyatakan sebagai tersangka telah melakukan penghinaan terhadap Nabiyullah Muhammad Saw dan melecehkan ajaran agama Islam. Lebih dari itu, dinyatakan telah melanggar Pasal 27 KUHP jo Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan telah berbuat mengakibatkan warga masyarakat, khususnya umat Islam, resah.

Dalam rangkaian gelaran pemeriksaan di persidangan PN Kabupaten Banyuwangi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa juga mendasar pada pasal-pasal yang sama, kemudian menuntut agar Bagus Panji di ganjar hukuman lima tahun penjara, denda Rp10 juta dan bila tidak dapat membayar denda (subsider) mengganti dengan kurungan selama enam bulan.

Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini, kendati menelaah juga menggunakan pasal-pasal sama, namun memiliki pertimbangan berbeda dan menjatuhkan vonis lebih ringan yaitu; empat tahun penjara. Denda tetap sebesar Rp10 juta, namun subsidernya juga lebih ringan, yaitu tiga bulan kurungan. [beritaislam24h.com / sic]
Share:

Mulai Hari Ini Program Kantong Plastik Berbayar Dihentikan


Mulai Hari Ini Program Kantong Plastik Berbayar Dihentikan

Berita Islam 24H - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberhentikan program kantong plastik berbayar mulai 1 Oktober 2016. Aprindo mengklaim penghentian tersebut disebabkan adanya pro kontra yang terjadi di berbagai daerah. "Setelah mempertimbangkan secara masak dampak yang berkembang, kami memutuskan menggratiskan kembali kantong plastik di seluruh ritel modern, mulai 1 Oktober 2016 hingga diterbitkannya Permen KLHK yang berkekuatan hukum," kata Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (30/9).

Aprindo mengklaim, uji coba kantong plastik berbayar berhasil dijalankan selama periode 21 Februari hingga 31 Mei 2016. Selama masa uji coba, pengelola ritel modern melaporkan pengeluaran kantong plastik kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Aprindo dan hasilnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi KLHK, terlihat penurunan penggunaan kantong plastik sebesar 25 hingga 30 persen selama masa uji coba tiga bulan pertama. Sebanyak 87,2 persen masyarakat menyatakan dukungannya dan 91,6 persen bersedia membawa kantong belanja sendiri dari rumah.

Saat itu, pemerintah memutuskan melanjutkan uji coba tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran Dirjen KLHK Nomor SE/8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016 tentang Pengurangan Sampah Plastik Melalui Penerapan Kantong Belanja Plastik Sekali Pakai Tidak Gratis sambil menunggu Peraturan Menteri yang tengah dikaji.

Namun, Roy menjelaskan, uji coba program tersebut justru semakin menuai pro kontra di berbagai kalangan masyarakat. Sementara itu, Permen LHK belum kunjung diterbitkan.

Ia menyebut, Peritel modern menerima kritikan dari masyarakat yang berujung pada ancaman tuntutan secara hukum. Alasannya, dianggap memungut biaya tanpa ada dasar peraturan hukum yang kuat.

"Hal ini masih saja terjadi meskipun kami telah melakukan sosialisasi program melalui berbagai media, personel toko, memasang Surat Edaran Dirjen KLHK, serta sarana informasi di toko-toko anggota Aprindo," tutur Roy.

Ia mengatakan, beberapa pemerintah daerah (Pemda), bahkan telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah khususnya penanganan limbah kantong plastik, yang isinya tidak sejalan dengan SE KLHK. Menurut Roy, hal tersebut mengakibatkan sebagian peritel mundur dari komitmennya untuk menjalankan uji coba tersebut di tokonya. Sehingga ditengarai memicu persaingan bisnis yang tidak sehat di industri ritel modern.

Roy mengatakan, Aprindo akan tetap mendukung program pemerintah. Namun, ia melanjutkan, Aprindo berharap Permen terkait Penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis dapat segera diterbitkan. Alasannya, agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan tujuan bersama. [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Istana Tegaskan Independen, tapi Jokowi Dan Ahok Satu Mobil Bahas Pilgub DKI


Istana Tegaskan Independen, tapi Jokowi Dan Ahok Satu Mobil Bahas Pilgub DKI

Berita Islam 24H - Istana menegaskan akan menjaga independensinya di pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Artinya, Istana khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), tidak akan cawe-cawe atau condong sebelah untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

"Presiden selalu sampaikan bahwa Presiden netral berdiri di semua paslon," kata Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo beberapa waktu lalu di Kompleks Istana Kepresidenan.

Johan mengklaim bila Presiden Jokowi selalu mendukung pelaksanaan Pilkada Jakarta yang jujur, adil dan demokratis. Dengan demikian, pasangan calon bisa bersaing sehat untuk menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Bukan rahasia baru lagi jika Ahok memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ahok merupakan pasangan duet Jokowi di Pilgub DKI Jakarta 2012, hingga akhirnya bisa menumbangkan incumbent.

Kerja sama antara Jokowi dan Ahok dalam memimpin Ibu Kota, sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta kala itu terbilang sukses. Keduanya bagi-bagi tugas, Jokowi banyak turun ke lapangan dan blusukan menemui warga-warga, sedangkan Ahok banyak menyelesaikan tugas administrasi.

Hampir tak ada kisruh di antara keduanya. Jokowi semakin moncer maju di Pilpres 2014 hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden RI. Ahok pun naik menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, jabatan yang sebelumnya diisi Jokowi.

Soal independesi Istana terkait Pilgub DKI Jakarta dipertanyakan sejumlah kalangan. Teranyar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok satu mobil dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan peninjauan terhadap proyek LRT dan MRT.

Selain membahas tentang proyek, Ahok tidak menampik ada pembicaraan tentang Pilgub DKI Jakarta saat satu mobil dengan Presiden.

"Beliau cuma singgung dikit soal cuti, Pak Jokowi bilang saya tanya sama UU apa yang disampaikan Profesor Harjono benar. Siapa yang tanda tangan APBD kalau cuti sampai empat bulan?," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (30/9).

Saat ini Ahok diketahui sedang mengajukan gugatan UU Pilkada soal cuti ke Mahkamah Konstitusi (MK). Majunya di Pilgub DKI 2017 dengan tidak mau cuti, Ahok mengklaim ingin mengawal pembahasan APBD.

Satu mobil dengan Presiden, Ahok mengaku bila Jokowi menginginkan dirinya untuk tidak cuti selam 4 bulan. Jokowi minta Ahok untuk menunggu keputusan MK soal gugatan UU Pilkada khususnya mengenai aturan cuti seperti yang diajukannya.

"Enggak dong (minta tidak cuti), Pak Jokowi minta hormati MK. Tapi Pak Jokowi bingung siapa yang mau tanda tangan APBD," ungkap Ahok.

Ahok dan Jokowi yang berada satu mobil itu tidak diketahui secara pasti soal apa yang dibahas mengenai Pilgub DKI 2017. Yang pasti, Ahok mengaku soal cuti merupakan salah satu tema yang diperbincangkan dengan Jokowi.

Bukan pertama kali ini saja Ahok dan Jokowi membahas soal Pilgub DKI Jakarta. Ahok pernah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan membahas tentang jalur politik yang bisa ditempuh untuk kembali duduk di DKI 1.

Saat itu Ahok bersikeras ingin maju di Pilgub DKI melalui jalur independen melalui Teman Ahok yang mengumpulkan KTP dukungan.

"Bukan saran dari Pak Jokowi juga (pilih jalur partai). Pak Jokowi hanya ngomong begini, artinya ada resiko kalau lewat independen," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (8/8).

Namun demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu membantah Presiden Jokowi menyarankan dirinya maju di Pilgub lewat jalur partai politik. Suami dari Veronica Tan ini mengatakan telah mengenal mantan wali kota Solo itu selama 4 tahun.

Untuk diketahui, jelang Pilgub DKI Jakarta 2017, persaingan antar pasangan calon semakin sengit. Ada tiga pasangan calon yang telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, yaitu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. [beritaislam24h.com / mc]
Share:

Waduh, Emas Palsu Dimas Kanjeng Berlambang Palu Arit


Waduh, Emas Palsu Dimas Kanjeng Berlambang Palu Arit

Berita Islam 24H - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita dari para korban penipuan Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng. Salah satu barang bukti itu berupa batangan emas palsu bergambar palu-arit menyilang, menyerupai lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Beberapa emas batangan palsu itu diperoleh polisi dari seorang korban Dimas Kanjeng dari Makassar, Sulawesi Selatan, Najmiah. Laporannya dilayangkan oleh anaknya, Muhammad Najmur, ke Markas Polda Jatim di Surabaya pada Jumat sore, 30 September 2016.

Berdasarkan pengamatan VIVA.co.id, ada empat batang emas yang diserahkan Najmur dan ditunjukkan polisi kepada wartawan. Emas palsu itu ada yang polos, ada yang bergambar wajah Sukarno, dan satu batang bergambar mirip lambang PKI. “Emas ini semuanya palsu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono.

Selain emas, korban juga menyerahkan beberapa lembar uang palsu dari berbagai mata uang asing, selembar kertas besar banyak uang yang belum terpotong-potong, dan beberapa bundel tebal kertas putih polos seukuran uang. “Jadi emas dan uang dari Dimas Kanjeng ini semuanya palsu,” kata Argo.

Najmur menjelaskan, emas dan uang palsu itu diberikan Dimas Kanjeng dalam kondisi tersimpan dalam peti sejak beberapa tahun lalu. Ibunya, Najmiah, tidak mengizinkan membukanya sebelum waktunya tiba. “Katanya biar muncul uang,” ujarnya.

Peti itu baru Najmur buka beberapa waktu lalu, lima bulan setelah Najmiah meninggal dunia. Ternyata isinya emas batangan dan uang kertas palsu. Bahkan, ada beberapa bundel hanya berupa kertas putih polos. “Emasnya sudah saya cek ke pegadaian, ternyata palsu,” kata Najmur.

Najmur adalah bungsu dari Najmiah, korban Dimas Kanjeng asal Makassar, Sulawesi Selatan, yang mengalami kerugian lebih Rp200 miliar. Uang itu disetor secara bertahap ke Padepokan Dimas Kanjeng sejak tahun 2013. Dimas Kanjeng berjanji kepada korban bahwa uang yang disetorkan bisa digandakan berlipat-lipat.

Dimas Kanjeng ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Dia juga diduga melakukan penipuan praktik penggandaan uang. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.

Dimas Kanjeng ditangkap aparat gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016. Dia disangka mengotaki pembunuhan dua anak buahnya, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Dia juga diduga melakukan penipuan praktik penggandaan uang. Penangkapan Dimas Kanjeng dikawal hampir seribu polisi.

Selain tersangka kasus pembunuhan, Taat terbelit kasus dugaan penipuan dan pencucian uang. Tiga laporan penipuan diterima Polda Jatim dengan kerugian korban total Rp1,5 miliar, satu laporan di Markas Besar Polri dengan kerugian korban Rp20 miliar. Untuk kasus penipuan, Taat masih berstatus saksi terlapor, belum tersangka. [beritaislam24h.com / pmc]
Share:

Roy Suryo: Ahok Hanya Jalankan Rutinitas Tanpa Terlihat Visinya


Roy Suryo: Ahok Hanya Jalankan Rutinitas Tanpa Terlihat Visinya

Berita Islam 24H - Waketum Partai Demokrat Roy Suryo menilai Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bekerja tanpa visi. Dia meyakini pasangan yang diusung Demokrat, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni bila terpilih di Pilgub DKI akan memperbaiki kekurangan Ahok.

"Ahok sekarang hanya meneruskan program Jokowi, hanya menjalankan rutinitas, tanpa terlihat visi. Ahok beberapa kali terlihat dia berkata dia hanya meneruskan program Jokowi," kata Roy dalam diskusi Polemik 'Adu Strategi di Tanah Betawi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

Roy mengatakan, ada beberapa program yang sudah berjalan baik di masa pemerintahan Ahok-Djarot. Namun, yang kurang tentu diperbaiki.

"Kita menghargai pembangunan Ahok-Djarot, apa yang baik dilanjutkan. Yang baik dari Ahok-Djarot yaitu revitalisasi kanal banjir barat dan timur, tetapi caranya yang salah. Bagaimana warga Bukit Duri seperti dikejar-kejar," ujarnya.

Beberapa perilaku Ahok yang berubah menjelang Pilgub DKI juga disoroti Roy. Menurutnya, Agus-Sylvi nantinya tidak akan mengubah diri karena kualitas yang ada sekarang dinilai sudah cukup mumpuni.

"Sekarang kan Ahok kelihatan berubah, itu yang tidak akan terlihat dari Agus-Sylvi. Memang mereka aslinya seperti itu. Mereka tidak perlu puasa bicara. Aslinya Mas Agus tidak banyak komen, tetapi kerja, seperti 15 tahun dibuktikan di TNI, insya Allah akan diwujudkan nanti di Pilgub," ucap Roy.

"Agus -Sylvi ini saling melengkapi. Prof Sylvi itu kental birokrasi, sadar akan Jakarta. Mas Agus itu paham manajemen pemerintahan. Mereka pasangan yang lengkap," pungkasnya. [beritaislam24h.com / dc]
Share:

Lunturnya Ingatan Kekejaman PKI dari Benak Pelajar Indonesia


Lunturnya Ingatan Kekejaman PKI dari Benak Pelajar Indonesia

Berita Islam 24H - Kabar soal rencana pemerintah meminta maaf kepada keluarga korban pembunuhan pascaperistiwa penculikan jenderal pada 30 September 1965 memunculkan kembali polemik soal kejadian tersebut. Meski begitu, kenangan soal peristiwa yang dinamai Orde Baru sebagai Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G-30-S/PKI) tampaknya mulai luruh dari benak sebagian remaja dan pemuda.

Sefti Khoirunisya, mahasiswa semester tiga di Universitas Terbuka (UT) Bogor, mengatakan baru ingat soal peringatan gerakan 30 September saat ditanyai kakaknya soal bendera-bendera yang tak lagi berkibar setengah tiang. "Kalau kakak tidak tanya, mungkin saya juga tak ingat hari ini adalah peringatan G-30-S/PKI," ujar Sefti kepada Republika.

Bagi gadis 20 tahun tersebut, peristiwa 30 September 1965 dan kejadian setelahnya masih menjadi misteri. Ia tak tahu kisah mana yang patut dipercaya dari sejumlah versi yang beredar. Sefti masih berharap yang sesungguhnya terjadi bisa terkuak. "Masih perlu banget dipolemikkan, supaya semuanya jelas," kata dia.

Sebagian murid SMA dan mahasiswa yang ditanyai Republika kebanyakan hanya mengetahui PKI adalah gerakan terlarang. "Saya tahunya dari buku pelajaran sejarah di sekolah, juga cerita orang tua bahwa PKI organisasi terlarang di Indonesia," kata Fitri, mahasiswa angkatan baru tahun 2015 di Universitas Lampung, Rabu (30/9).

Ia tidak mengetahui persis ada pembunuhan para jenderal saat peristiwa 30 September, 51 tahun silam. Setahu dia, PKI berpaham ideologi yang merusak umat dan bangsa, dan pada zaman sebelum reformasi tidak ada tempat di Indonesia yang berkehidupan Pancasila. Ia mengatakan, hanya tahu orang-orang PKI berjiwa komunis dan berperilaku tidak manusiawi.

PKI yang Terlarang

Shafira, siswi di madrasah aliyah swasta di Metro, juga mengatakan tidak mengetahui persis apa dan siapa PKI tersebut. Ia hanya tahu bahwa PKI tidak boleh ada di Indonesia, dan tidak boleh menyebut-nyebut PKI.

"Saya tahunya dari cerita orang tua saya. Soalnya, waktu di sekolah tidak pernah dijelaskan detail soal PKI. Pokoknya, PKI itu tidak boleh, terlarang," ujar pelajar kelas III kelahiran tahun 1999 tersebut.

Elvira Rosa Herman (18 tahun), mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat, mengatakan tidak ingat lagi kisah soal 30 September 1965 meski pernah mempelajarinya di sekolah. "Nggak inget sama sekali. Singkatannya juga nggak inget," kata Rosa dengan nada polos.

Hal yang sama juga dituturkan oleh Azizah (18 tahun). Mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Brawijaya ini malah menyalahartikan gerakan tersebut sebagai kegiatan demonstrasi.

"Pernah dipelajari di sekolah, tapi nggak spesifik. Jadi nggak inget," ucap mahasiswa asal Bekasi ini.

Meski demikian, ada sebagian remaja yang mencoba mengingat dengan terbata-bata. "Golongan pemberontak ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Saat itu kan pemerintahan dikuasai oleh ABRI. Tapi, PKI melawannya dengan kekerasan. Ya, dengan cara pembantaian itu," kata Julius Setiadi (19 tahun), lulusan jurusan IPA SMAN 1 yang baru sebulan yang lalu ke Museum Lubang Buaya. Dengan lugu, Julius mengatakan tidak begitu mengerti apa itu partai komunis maupun komunisme.

G30S PKI Diyakini Didalangi Amerika

Tak semua remaja yang ditemui Republika abai terhadap peristiwa 30 September. Radhitya Abiyoga, murid kelas XII SMAN 1 Bekasi, salah satu yang fasih menceritakan kejadian tersebut. Radhitya juga mengatakan mengerti soal komunisme.

"Sepengetahuan saya, komunisme itu adalah sebuah paham di mana kaum proletar setara kaum kelas atas dan kaum borjuis. Menurut saya, komunisme tidak ada hubungannya dengan ateisme," kata murid IPA yang juga ketua OSIS di sekolahnya tersebut.

Demikian juga Feliya Alfacia, siswi SMKN 2 Bekasi. Ia bahkan meyakini bahwa gerakan tersebut didalangi oleh intelijen Amerika Serikat. "Seinget saya ada perlawanan bersenjata PKI di Blitar dan Klaten," kata dia.

Fikar Robbani, mahasiswa semester tiga Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor, mengatakan soal 30 September 1965 tak akan sepenuhnya hilang dari ingatan generasi terkini. Menurutnya, Indonesia tetap perlu dijaga dari paham-paham yang membahayakan.

"Memang kami terkesan lupa, padahal kami tetap menyimpan keprihatinan pribadi dalam hati," ujar Fikar. [beritaislam24h.com / rci]
Share:

Kelicikan dan Akal Bulus Ahok Beraksi, Kali ini Jokowi jadi Alasan tidak Cuti Kampanye


Kelicikan dan Akal Bulus Ahok Beraksi, Kali ini Jokowi jadi Alasan tidak Cuti Kampanye

Berita Islam 24H - Rupanya Ahok kembali menggunakan kesempatan dalam kesempitan agar paksaan untuk cuti selama masa kampanye tidak dilaksanakannya. Aksi kelicikan dan akal bulus Ahok untuk membohongi warga DKI Jakarta, dengan membawa-bawa nama Presiden Jokowi yang menyuruhnya kerja dan tidak usah mengurusi hal lainnya.

“Kata Pak Jokowi, “kerja aja, kerja, Ngapain sih kamu atur ini, atur itu, kerja aja yang beres,” ujar Ahok di Balaikota, dengan menirukan ucapan Jokowi, usai keduanya bersama melakukan pantauan pekerjaan MRT dan LRT.

Untuk melengkapi akal bulus dan kelicikannya Ahok mengatakan kepada wartawan, agar ditulis dan disampaikan kepada masyarakat, jika dirinya sebenarnya seorang profesional yang hanya ingin bekerja, bukan untuk “bersenang-senang” dengan kampanye.

Bahkan Ahok mengaku sudah mengatakan kepada Partai Pendukungnya jika dirinya tidak akan berkampanye, apalagi mengurusi soal tim pemenangan.

“Saya kan sudah bilang sama partai, saya itu profesional, kerja aja deh nggak usah urusin tim pemenangan,” ujar Ahok yang yang menganggap jika partai pendukungnya urusin kerjaan untuk memenangkan dirinya.

Sementara Ahok sendiri ingin mengurusi pekerjaan terutama soal pembahasan APBD 2017 nanti, seperti yang sering dia sampaikan untuk tidak memenuhi kewajibannya sebagai cagub untuk mengambil cuti.

“Akal bulus dan licik Ahok dengan membawa-bawa nama Presiden agar semua orang ketakutan, termasuk hakim, agar memuluskan keinginannya untuk cuti,” ujar Bastian P. Simanjuntak, dari Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo).

Bastian menambahkan jika ucapan dirinya adalah profesional, justru menjadi bahan tertawaan rekan-rekan Bastian, baik dari Geprindo, maupun dari ormas lainnya.

“Dia tidak mau cuti, karena takut, beberapa proyek yang sudah diambil uangnya, dan juga proyek yang akan dikerjakan oleh keluarga, kroni, dan cukong-cukong tidak sampai hilang, makanya dia mati-matian berupaya untuk menjaga walaupun harus melanggar UU Pemilu,” ujar Bastian.

Sependapat dengan Bastian, Darwis mengungkapkan salah satu contoh, bagaimana Proyek Revitalisasi, dimana penetapan proyek dipimpin oleh adik dan istri Ahok, sementara nilai Proyek tersebut, direncanakan mencapai hingga trilyun rupiah.

Bahkan Darwis juga mendapat bocoran jika, beberapa SKPD juga sering mengadakan rapat dan dipimpin oleh Istri Ahok sendiri, “coba saja tanya Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Pemprov DKI,” ujar Darwis.

Baik Darwis maupun Bastian, Ahok ini hanyalah manusia licik dan culas, hanya saja karena Ahok memang sudah tidak punya malu lagi, segalanya bagi dia bisa, dan tidak ada apapun yang bisa menghalanginya.

“Gubernur yang otaknya paling tidak beres dan tidak tahu diri hanya Ahok saja, jadi wajar kalau Haji Lulung bilang Ahok itu psikopat,” ujar Darwis, sebagai salah satu tokoh muda Maluku Utara di Jakarta. [beritaislam24h.com / pbc]
Share:

Pencitraan Ahok! Uang Receh untuk Penonton TV, Duit Besar Ditangani Sendiri Diam-diam


Pencitraan Ahok! Uang Receh untuk Penonton TV, Duit Besar Ditangani Sendiri Diam-diam

Berita Islam 24H - Apa yang selama ini dicurigai, memang tidak meleset jauh, beberapa kali redaksi pembawaberita.com bertemu dengan beberapa rekan yang berstatus sebagai pegawai negeri, dan mereka sempat memuja Ahok karena soal disiplin. Namun kali ini kekecewaan pasti akan tersirat di wajah lugunya.

Bahkan perangainya yang mempertontonkan kebengisannya soal “uang jatah” atau biasa disebut Jatah Preman alias Japrem yang dilakukan oleh PNS baik itu Japrem Proyek, Japrem Retribusi, Japrem pungutan, semuanya dihantam oleh Ahok, bahkan Ahok dengan sengaja mengajak media untuk dipersembahkan kepada para penonton televisi di rumah.

Tapi tahukah jika kondisi sebenarnya yang dilakukan oleh Ahok ? Beberapa waktu lalu, Majalah Tempo sempat mengupas soal penarikan uang secara paksa oleh Ahok kepada PT. Agung Podomoro Land, bahkan kertas yang berisi sejumlah uang yang diminta dan telah disetorkan kepada Ahok dimuat, Ahok langsung kebakaran jenggot, bahkan mengancam akan mempidanakan anggota atau penyidik KPK yang membocorkan bukti tersebut.

Rupanya mantan Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni, yang kini resmi maju sebagai Calon Wakil Gubernur DKI mendampingi Cagub Agus H. Yudhoyono, membongkar kebiasaan jahat Ahok yang justru lebih brutal dibandingkan bawahannya.

Berikut penuturan Sylviana yang kini beredar di Sosial media :

“Dalam pertemuan dengan Akbar, Sylvia menceritakan perihal Gubernur Ahok. Menurutnya, Ahok disiplin pada bawahannya, terutama soal uang. Setiap bawahan tak boleh menerima uang kontan. “Semua harus lewat ATM (Auto Teller Machine),” katanya. Itu yang semua menyangkut uang receh, sedangkan untuk proyek-proyek besar yang duitnya dari Taipan atau pengembang masuk langsung ke Ahok atau orang dekatnya.”

Sementara itu Zeng Wei Jian juga sempat mendapatkan keterangan dari salah satu staff Ahok. Ketika Ahok masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Berikut penuturan Zeng Wei Jian melalui akun Facebooknya ;

”Tempo hari ada cerita dari staf Ahok sewaktu masih jadi anggota DPR Fraksi Golkar. Si staf yang beragama Kristen itu cerita tentang disiplin Ahok seputar “duit receh”. Sudah saya duga itu cuma taktik Ahok bangun citra bebas korupsi. Sedangkan duit gede dan deal gelap dengan taipan tentu saja ngga bakal tembus ke level staf keroco.” [beritaislam24h.com / pbc]
Share:

Pencitraan Jokowi Dimulai Lagi, Kali ini Bertujuan Menaikan Elektabilitas Ahok


Pencitraan Jokowi Dimulai Lagi, Kali ini Bertujuan Menaikan Elektabilitas Ahok

Berita Islam 24H - Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat asyik berbincang saat meninjau proyek Light Rail Transit (LRT) di Kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).

Ada pesan politik dari peristwa tersebut jelang pilkada DKI 2017.

Jokowi dinilai sengaja menyiratkan kepada publik bahwa dirinya ingin Ahok kembali memimpin Ibu Kota.

"Saya kira, tujuannya jelas, memompakan pesan ke benak publik, bahwa Presiden Jokowi bersama Ahok ingin dilihat mesra, dan menjelaskan kembali ke publik bahwa Presiden posisinya di mana dalam kontestasi elektoral kali ini," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago aat dihubungi, Jumat siang.

Menurut Pangi, ini merupakan salah satu strategi Jokowi yang mencoba mengangkat kembali elektibilitas Ahok yang sempat turun.

Jokowi ingin menunjukan bahwa di bawah kepemimpinannya dan Ahok, Jakarta berhasil membangun transportasi massal yang sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan.

Jokowi, tambah dia, memang pintar dalam memainkan strategi pencitraan semacam ini.

"Pesan kesuksesan Ahok membangun infrastruktur transportasi massa langsung ditunjukkan oleh Presiden," tambah dia.

Dalam setiap kontestasi elektoral memenangi demokrasi di Pilkada DKI Jakarta, lanjut Pangi, wajar berbagai straregi dilakukan.

Termasuk memanfaatkan pengaruh atau tokoh yang punya efek besar sehingga bisa menjadi magnet elektoral dalam rangka menancapkan citra diri yang positif.

"(Kemesraan Jokowi-Ahok) ini bukan sebuah kebetulan dan kering tanpa makna. Presiden Jokowi selalu membawa sinyal dan pesan. Saya kira publik sudah bisa mencermati dan menangkap pesan dari Presiden Jokowi. Artinya ini sudah di set dari awal dan bukan peristiwa atau fenomena yang terjadi secara kuadrat atau alamiah," tambah dia.

Saat meninjau pembangunan proyek LRT di kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016), Jokowi sempat berbicara empat mata dengan Ahok.

Para pejabat lain yang semula mendampi Jokowi menunggu di tempat lain. Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno sempat diberi kode oleh seorang protokol Istana untuk memberi kesempatan Jokowi-Ahok bicara berdua.

Pihak biro pers juga sempat mengelabui wartawan agar mengambil gambar Jokowi-Ahok yang saat keduanya meninjau tiang LRT. [beritaislam24h.com / kc]
Share:

Aguan Bebas ke LN, Mahfud MD: Lalu Dimana Grand Corruption-nya Kasus Reklamasi?


Aguan Bebas ke LN, Mahfud MD: Lalu Dimana Grand Corruption-nya Kasus Reklamasi?

Berita Islam 24H - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, sejak awal sudah mempertanyakan keberlanjutan kasus suap pembahasan Raperda terkait reklamasi teluk Jakarta.

Karena itu dia tidak bisa lagi mengomentari keputusan KPK yang tidak memperpanjang masa cegah Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, bepergian ke luar negeri yang akan berakhir besok.

"Ya apalagi, itu bagian dari pertanyaan itu semua. Saya tidak bisa komentari," jelas Mahfud dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL pagi ini.

Saat kasus tersebut pertama kali mencuat, pimpinan KPK menyebut perkara reklamasi bukti nyata dari grand corruption. Bagaimana korporasi mempengaruhi pembuatan UU. Bahkan KPK menyebut cukong-cukongnya.

Pada 21 September lalu, Mahfud memang mempertanyakan pernyataan KPK tersebut. Karena keberlanjutannya tidak jelas.

"Saat Sanusi ditangkap, Suny dipanggil KPK katanya ada grand corruption. Ini msh jd pertanyaan skrng: mana grand-nya?" jelas Mahfud lewat akun Twitter-nya ‏@mohmahfudmd.

Melanjutkan keterangannya, Mahfud mengungkapkan pada saat Pimpinan KPK menyebut bahwa kasus suap terhadap anggota DPRD DKI Jakarta grand corruption, dia masih menyambut baik.

Karena saat itu, KPK langsung memanggil sejumlah pihak seperti Sunny Tanuwidjaja, staf Gubernur DKI Jakarta dan juga Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Bahkan keduanya langsung dicegah bepergian ke luar negeri.

"Tapi sekarang Sunny hilang, Aguan tidak jelas. Grand corruption-nya dimana," ungkapnya.

Mahfud mengingatkan KPK mestinya sudah yakin bahwa kasus itu grand corruption sebelum bicara ke publik. "Tidak boleh bicara itu grand corruption sebelum dia yakin," tandasnya.

Berarti Anda pesimis terhadap penanganan kasus ini?

"Ya bagaimana lagi. Kita bukan pengambil keputusan ," jawabnya.

Namun dia mengingatkan perlu ada komitmen bersama dalam memberantas korupsi. Karena kalau tidak, penegak hukum nanti bisa saling adu kekuatan.

"Biarkan saja nanti akan terbentur dengan masalahnya sendiri, bukan hanya KPK. Tidak apa-apa untuk sementara. Tapi kalau muncul kekuatan lain, bisa berbalik. Nanti pada akhirnya, penegak hukum adu kekuatan. Siapa yang kuat dia menang. Hukum tidak ada lagi keberaturan, itu bahaya bagi negara," kata Mahfud MD mengingatkan. [beritaislam24h.com / rc]
Share:

Pengamat: Hanya di Zaman Ahok, Ada Video Porno di Papan Iklan


Pengamat: Hanya di Zaman Ahok, Ada Video Porno di Papan Iklan

Berita Islam 24H - Beredarnya video porno dalam billboard yang terpampang di depan kantor walikota Jakarta Selatan membuat sejumlah kalangan menyesalkan hal tersebut.

"Hanya di zaman Ahok, ada video bokep di papan iklan depan kantor walikota Jaksel. Ini memalukan sekali iya," sindir Uchok Sky Khadafi saat dihubungi TeropongSenayan di Jakarta, Jumat (30/09/2016).

Padahal, lanjut dia, papan iklan tersebut untuk promosi layanan pemerintahan, bukan untuk putar film porno.

"Seharusnya, pemda, atau Ahok harus menjaga papan iklan video, agar film porno tidak diputar. Bilang sama Ahok, jangan kampanye pilgub melulu, atau jangan pura-pura miskin deh, sibuk jualan dengan kaos," tandas Uchok.

Seperti diketahui, baru-baru ini beredar video adegan film tak senonoh dalam billboard yang terpampang depan kantor walikota Jaksel. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Diduga 400 WNA China Diselundupkan Melalui Pelabuhan Sunda Kelapa Dini Hari Tadi


Diduga 400 WNA China Diselundupkan Melalui Pelabuhan Sunda Kelapa Dini Hari Tadi

Berita Islam 24H - Dikutip dari laman Facebook Yanuari Budi Jatmiko, Sabtu (1/10/2016), memberi kabar sangat mengejutkan. Diduga bahwa sekitar 400 WNA asal China diselundupkan melalui pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta Sabtu dinihari tadi.

Informasi ini pun ramai dibicarakan netizen.

Berikut informasi lengkap yang disampaikan Yanuari Budi Jatmiko:

Jakarta pukul 03.15 wib
Tgl 01-10-2016

2 jam yang lalu telah mendarat sekawanan gerombolan yang datang dari negri asing lewat laut. Jumlahnya kurang lebih 400 wna asal china. Melalui pelabuhan sunda kelapa didepan gudang pak frangki china pontianak dan pengusaha di pelabuahan sunda kelapa.

Saya heran bagaimana kapal penumpang bisa turun di pelabuhan bongkar muat turun tidak melalui layaknya pelabuhan penumpang yang ada pemeriksaan. Ada apa ini?... Apakah sedemikian lemahnya penjagaan aparat?..

Atau memang ada pembiaran dari fihak aparat?...

Apakah masyarakat yang harus melakukan oprasi mandiri untuk pengamana wilayah dari pendatang haram?... Apa tugas aparat kalau begitu?...

Mohon di telusuri bagi aparat yang membaca atau masyarakat yang akan turun tangan..

[beritaislam24h.com / ppc]
Share:

Wahai KOMPAS, Sejak Kapan Penjajah Disebut Pejuang Perdamaian?


Wahai KOMPAS, Sejak Kapan Penjajah Disebut Pejuang Perdamaian?

Berita Islam 24H - Tanpa malu-malu menunjukan keberpihakan kepada penjajah Israel, KOMPAS memuat berita dengan judul "Shimon Peres, Pejuang Perdamaian Palestina-Israel hingga Akhir Hayat", Rabu (28/9/2016).


Berita KOMPAS ini terkait meninggalnya mantan presiden Israel itu pada Rabu (28/9/2016) lalu, di usia 93 tahun.

Sejak kapan PENJAJAH disebut sebagai PEJUANG???

Apakah penjajah Belanda juga kita sebuat mereka adalah Pejuang?

Simon Peres adalah penjahat perang, yang telah memimpin bangsa Yahudi menjajah dan merebut tanah Palestina. Membunuh dan mengusir rakyat Palestina dari negerinya.

Peres memiliki peran penting dalam rezim penjajah Israel, khususnya pada 1966, saat penjajah Israel melakukan pencurian tanah dan perpindahan warga ke wilayah yang bukan kekuasaan mereka. Salah satu peraturan yang diterapkan olehnya juga membuat tanah-tanah yang dimiliki Palestina dijadikan zona militer tertutup Israel.

Selama ia menjabat sebagai menteri pertahanan pada 1974-1977, Peres membangun pemukiman ilegal di Tepi Barat Palestina untuk Yahudi.

HAMAS mengatakan bahwa mantan Presiden Israel Shimon Peres mati sebelum diadili sesuai dengan pengadilan internasional atas kejahatan yang dilakukan terhadap kemanusiaan.

Dilansir Pusat Informasi Palestina, jurubicara Gerakan Hamas Hazim Qasim mengatakan bahwa Peres adalah salah seorang pemimpin pendiri negara penjajah Zionis yang menyebabkan terlantarnya jutaan rakyat Palestina di atas bumi ini.

Qasim mengatakan bahwa Peres terlibat kejahatan terhadap rakyat Palestina, kedua tangannya berlumuran darah Palestina.

Wahai KOMPAS, sejak kapan PENJAJAH disebut PEJUANG PERDAMAIAN???

Sudahkan kalian lupa dengan amanat UUD kita?

"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." [beritaislam24h.com / ppc]
Share:

Misteri Kematian si Ibu Penyetor Rp 200 M ke Dimas, Ujung Tangannya Menghitam


Misteri Kematian si Ibu Penyetor Rp 200 M ke Dimas, Ujung Tangannya Menghitam

Berita Islam 24H - Anggota komisi III DPR RI Akbar Faizal itu, mendampingi M. Nur Najmul Muin, anak bungsu Najmiah Muin, saat melapor ke Polda Jatim atas kasus penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, kemarin.

Akbar Faizal menambahkan, korban penipuan bukan hanya berasal dari Makassar dan Jatim.

Dari laporan yang diterimanya, ada juga korban yang berasal dari Medan, Papua, dan provinsi lain.

”Yang dari Makassar ini yang paling besar. Yang lain ada yang merugi Rp 1 miliar, Rp 1 juta. Tapi mereka belum lapor,” ujarnya.

Terkait dengan kematian Najmiah, dia curiga ada keterkaitan dengan Taat.

Sebab selama ini ibu kandung Nur tidak pernah mengeluhkan sakit apa pun.

Keluhan itu muncul beberapa saat setelah meminum air doa yang diberi oleh Taat.

Sejak itu, Najmiah sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal. Ujung tangannya sampai menghitam.

Sayangnya air itu sudah tidak ada lagi sehingga tidak bisa dicek kandungan minuman tersebut. [beritaislam24h.com / jpc]
Share:

Rachmawati: Ini Zaman Dajjal! Masyarakat Dibodohi ikut Tax Amnesty


Rachmawati: Ini Zaman Dajjal! Masyarakat Dibodohi ikut Tax Amnesty

Berita Islam 24H - Putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, menentang keras program tax amnesty Pemerintahan Joko Widodo yang akhirnya berujung kepada pengelabuhan dan pembodohan masyarakat.

“Heran Jokowi- alih-alih katanya demi para pengemplang pajak triliunan yang dana korupsinya dibawa kabur keluar negeri, maka dana repatriasi itu diberi tax amnesty, pengampunan pajak. Lho kok sekarang dana masyarakat yang boleh dapat dengan susah payah disimpan di bawah bantal disasar supaya dananya sendiri disuruh minta tebusan TA! Aneh- Inikan namanya mengelabui masyarakat-orang dibodohi suruh ikut TA,” tegas Rachmawati di akun Twitter ‏@rsoekarnoputri.

Menurut Rachwati, keuangan negara defisit karena dikuras setiap tahun untuk membayar para obligor pengemplang pajak 60 triliun per tahun yang sekarang sudah berjumlah 700. Namun beban itu kini ditanggung masyarakat awam lewat program tax amnesty.

“Akibat keuangan negara defisit dikuras tiap tahun buat bayar para obligor pengemplang pajak 60 triliun per-tahun yang sekarang sudah berjumlah 700 triliun, kok jadi dibebankan kemasyarakat awam?? Sampai-sampai anggota TNI dan Polri yang gajinya pas-pasan diperintah ikut TA,” tulis ‏@rsoekarnoputri.

@rsoekarnoputri juga menulis: “Ini jaman apa ya? kata orang tua dulu ‘zaman edan, kalau tidak ikut edan tidak keduman/kebagian. Atau kata Gus Dur zaman Dajjal, pembalikan akal pikiran waras! Naudzubilah min zalik.”

Sampai Kamis (29/09) malam, total jumlah harta yang dilaporkan dalam program tax amnesty mencapai lebih dari Rp3.193 triliun. Tetapi wajib pajak dari dalam negeri mendominasi deklarasi harta yang mencapai Rp2.061 triliun, sementara dana repatriasi yang masuk hanya Rp124 trilliun, jauh dari target pemerintah sebesar Rp1.000 triliun sampai 31 Maret 2017. [beritaislam24h.com / ici]
Share:

Pemimpin Kafir Adil Lebih Baik daripada Pemimpin Muslim Dzalim, Buya Yahya: Itu adalah Tawaran Fitnah


Pemimpin Kafir Adil Lebih Baik daripada Pemimpin Muslim Dzalim, Buya Yahya: Itu adalah Tawaran Fitnah

Berita Islam 24H - Menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta, saat ini kondisi politik di Jakarta sangat rentan dengan isu SARA. Ada diantara argumen yang sangat populer saat ini yaitu menyeru agar memilih pemimpin kafir yang adil daripada memilih pemimpin muslim yang zalim. Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa itu adalah Tawaran Fitnah.

Dalam video yang diunggah langsung dari laman resmi Facebook Buya Yahya, menerangkan bahwa haram hukumnya memilih pemimpin kafir, terlebih jika menyeru agar orang lain memilih pemimpin kafir. 

Selengkapnya, simak video berikut ini:

Share:

Polisi Datangi Kantor Advertising Videotron yang Tayangkan Film Porno


Polisi Datangi Kantor Advertising Videotron yang Tayangkan Film Porno

Berita Islam 24H - Videotron di Jalan Pangeran Antasari, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menayangkan film porno. Polisi pun mendatangi kantor advertising PT Transito Adimas sebagai pihak pengelola videotron itu.

Pantauan di kantor PT Transito Adimas yang berada di Gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah Selatan, Jakarta Barat, rombongan Jatanras Polda Metro Jaya tiba sekitar pukul 18.45 WIB, Jumat (30/9/2016). Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah aparat kepolisian dari Resmob Polda Metro Jaya sudah terlebih dahulu datang.

Para personel kepolisian ini langsung masuk ke dalam Gedung Kompas Gramedia. Belum ada keterangan yang diberikan terkait kedatangan mereka.

Tak lama berselang, polisi lantas turun bersama petinggi PT Transito Adimas. Belum ada informasi yang diberikan advertising pengelola videotron itu.

Seperti diketahui, masyarakat dihebohkan dengan film porno yang diputar di videotron yang berada di dekat Kantor Wali Kota Jakarta Selatan tersebut. Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menyebut pihak polisi akan mengusut keteledoran ini.

"Polisi sudah tahu kok itu, paling operator iklannya nanti yang dipanggil," ungkap Tri saat dikonfirmasi, Jumat (30/9).

Sementara itu Gubernur Ahok mengatakan izin perusahaan penyelenggara reklame di videotron itu sudah habis sejak enam tahun lalu. Ahok pun langsung bertindak.

"Saya sudah panggil dinas pajak. Kalau orang enggak punya izin jangan terima pajaknya," kata Ahok, Jumat (30/9). [beritaislam24h.com / dc]
Share:

GP Ansor DKI: Ahok Bakal Dikenang Sebagai Gubernur Tukang Gusur

Ketua GP Ansor DKI, Abdul Azis

GP Ansor DKI: Ahok Bakal Dikenang Sebagai Gubernur Tukang Gusur

Berita Islam 24H - Tindakan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap menggusur terus mendapat kritikan. Ketua GP Ansor DKI Abdul Azis mengatakan, Ahok bakal dikenang sebagai pemimpin yang tidak memihak warga miskin.

"Gubernur akan dikenang hanya sebagai tukang gusur rakyat kecil dan tidak memikirkan efek yang sangat mendalam bagi perkembangan dan psikologis masa depan anak-anak yang rumahnya tergusur," kata Azis melalui pesan singkat, Jumat (30/9/2016).

Lebih lanjut, anggota DPRD DKI dari Fraksi PKB ini mengatakan, sebagai gubernur seharusnya Ahok bisa menciptakan rasa aman bagi warganya sendiri. Bukan seperti yang terjadi saat ini terkait penggusuran.

"Seharusnya (Ahok) tidak seenaknya dalam memimpin, terlebih akan tersimpan rasa dendam yang berkepanjangan bagi anak-anak, dan itu sangat terganggu untuk masa depannya," kata dia.

"Ini soal psikologis perkembangan anak bukan cuma soal infrastuktur, tapi soal mental dan perkembangan kejiwaan," Azis menambahkan. [beritaislam24h.com / tsc]
Share:

Copyright © mlbcardvalue.com | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com