Minggu, 02 Oktober 2016

Mengejutkan! Beredar Kabar, Menteri Susi Segera Mengundurkan Diri Karena Luhut


Mengejutkan! Beredar Kabar, Menteri Susi Segera Mengundurkan Diri Karena Luhut

Berita Islam 24H - Isu Reshuffle Jilid III kembali mencuat, bahkan dikabarkan dalam waktu dekat ada beberapa menteri digeser dan seorang menteri mengundurkan diri. Menteri yang disebut-sebut bakal mengundurkan diri itu adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan salah seorang menteri dari PDI Perjuangan.

Pengamat politik dari Point Indonesia (PI) Karel Susetyo kepada Harian Terbit mengemukakan, informasinya Susi Pujiastuti juga akan mundur dari Menteri Kelautan dan Perikanan karena tidak disokong oleh Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan. “Padahal Susi ini barang seksi tahun 2019 nanti," papar Karel.

Disebut-sebut, sejumlah nama yang masuk daftar reshuffle yakni Menaker Hanif Dhakiri dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Direktur Eksekutif Institute for Economics and Political Studies (IEPS) Barri Pratama turut menanggapi kabar tersebut. “Cukup mengagetkan Susi Pudjiastuti dikabarkan mengundurkan diri, padahal Susi menteri yang sangat bagus prestasinya dan kinerjanya sangat positif menurut publik,” kata Barri.

Dia mengemukakan, memang beberapa kali Susi “curhat” terkait kerjaannya menangkal “ilegal fishing”. “Ini semakin membuktikan rumor terkait ketidaksepahaman antara Susi dengan Menko Maritim Luhut Panjaitan, dalam beberapa persoalan terkait kapal asing dan reklamasi,” katanya, Sabtu (1/10).

Barri juga menanggapi terkait Menteri BUMN Rini Soemarno yang dikabarkan akan digeser menjadi Kepala Badan Penerimaan Negara, “Ini patut dijadikan perhatian, apa ada kaitannya dengan suksesnya Tahap 1 Tax Amnesty hingga saat ini? Padahal publik melihat ini sukses dari Sri Mulyani, yang memiliki kepercayaan publik yang tinggi, atau memang ini komitmen jokowi terhadap PDIP yang sejak lama ingin mengganti Rini Soemarno”, tegas Barri.

Menteri ESDM

Bersamaan dengan reshuffle nantinya, juga akan ada penunjukkan Menteri ESDM yang baru, “Sudah sewajarnya ditentukan segera, ESDM tidak mempunyai menteri definitif semenjak ditinggalkan Archandra Tahar, padahal ESDM punya segudang PR, UU Migas, UU Minerba, dan Kontrak strategis Seprti Freeport yang tidak kunjung selesai dll,” Ujarnya.

Barri Pratama mengatakan bahwa reshuffle menjadi hak prerogatif Jokowi, meski begitu dirinya mengajak masyarakat untuk turut memperhatikan dan kritis terhadap perkembangan yang ada. “Reshuffle hak prerogatif Jokowi, mau kapan saja, mau berapa kali, terserah beliau, semakin memantabkan presedensial,” ujarnya.

Sementara itu akademisi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tanggor Sihombing mengatakan, melakukan reshuffle hal yang lazim dan hak merupakan prerogatif Presiden. Tapi mendengar nama Rini Soemanro menjadi target reshuffle berarti mengulangi cerita lama. Karena goyangan mengganti Rini dari kursi Menteri BUMN sudah terjadi beberapa kali dan selalu menjadi pepesan kosong.

"Namun Presiden tidak goyah dengan keputusannya dengan tetap mempertahankan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN," ujar Tanggor.

Hal yang sama juga dikatakan budayawan Romo Benny Susetyo. Menurutnya, isu reshuffle kabinet yang akan dilakukan Jokowi hanya isu belaka. Karena tida mungkin ada perombakan kabinet tanpa ada alasan urgensi yang tepat. Selain itu momentum reshuffle kabinet juga belum ada waktu yang tepat. "Jadi agak sulit akan ada perombakan kabinet dalam waktu dekat ini," papar Romo Benny.

Romo mengungkapkan, pesimis ada perombakan kabinet karena para menteri hasil reshuffle kabinet jilid III baru bekerja sekitar 1 bulan. Para menteri baru dilantik pada Rabu (27/7/2016) kemarin. Sehingga karena baru bekerja maka para menteri barunya belum bisa di evalusi kinerjanya karena masih dalam hitungan minggu. [beritaislam24h.com / htc]
Share:

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © mlbcardvalue.com | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com