Selasa, 04 Oktober 2016

Jokowi Dan JK Terbelah


Jokowi Dan JK Terbelah

Berita Islam 24H - Pilgub DKI Jakarta sudah mulai 'merasuk' ke pimpinan tinggi negara. Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dinilai sudah terbelah menyikapi Pilgub DKI tahun depan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, sikap politik Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla sudah mulai berbeda.

Saat menghadiri Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu, Jokowi bersama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan, Jokowi, Ahok dan Megawati satu mobil.

"Meski, Jokowi lewat jubirnya, Johan Budi menyatakan, netral di Pilgub DKI, tapi, publik juga tidak melupakan adanya du­gaan Jokowi mendukung Ahok," papar Ujang kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sementara, Wapres Jusuf Kalla dalam acara peringatan ulang tahun emas (50 tahun) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Rabu (28/9) lalu,mendukung Anies Baswedan dan Sylviana Murni.

Saat itu, JKmendoakan agar dua kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yakni Anies dan Sylviana menang Pilgub DKI. "Kita yang hadir di sini, sama dengan (calon) gubernur DKI, pokoknya pilih saja, mudah-mudahan salah satunyalah (yang menang)," kata JK.

Ujang menduga, antara Jokowi dan JK memiliki pilihan sendiri di Pilgub DKI. "Sejak awal pub­lik menilai, antara Jokowi dan JK sudah terbelah. Dwi tung­gal pemerintahan republik ini memang sudah terpecah," papar Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.

Jika Pilgub DKI ini sudah merembet hingga Presiden dan Wapres, lanjut Ujang, itu artinya pertarungan pesta demokrasi lima tahunan di Ibukota ini sangatkeras.

"Pilkada DKI adalah miniatur pertarungan politik nasional atau Indonesia. Jadi siapa pun yang menangkan Pilkada DKI, maka diyakini atau hampir dipastikan akan menang secara nasional dalam pileg, mapupun pilpres mendatang. Walaupun terkadang hal itu tidak selalu sejalan," jelasnya.

Dikatakan Ujang, Pilkada DKI merupakan pertarungannya hidup mati partai dan para tokoh yang terlibat di dalamnya.

"Seandainya Ahok memang, maka akan memberi jalan bagi Jokowi untuk maju dan me­nang pada priode berikutnya, di Pilpres 2019. Sebaliknya jika dua calon lain kalau menang, itu sama memberikan 'jalan tol' bagi keduanya untuk menuju ke kancah politik lebih tinggi," tambahnya.

Meski demikian, Ujang ber­harap sikap terbelah antara Jokowi dan JK ini tidak membuat kinerja kabinet jadi kendur, apalagi menteri-menteri di kabi­net juga memiliki dukungan berbeda di Pilkada DKI.

"Kinerja kabinet seharus­nya tidak tergangggu walau Presiden Jokowi dan Wapres JK beda dukungan. Apalagi men­teri-menteri sekarang ini rep­resentasi partai, tentunya beda dukungan juga. Sesungguhnya dalam politik, tidak ada yang netral, pasti ada sikap tegas," papar Ujang.

Selain itu, Ujang mengaku, mendapat informasi jika ada petinggi negara sudah mengumpulkan sejumlah cukong dan pengusaha untuk membantu pendanaan pasangan calon tertentu. "Ya, tentunya, pertemuan ini arahnya untuk mendukung calon tertentu," ujarnya.

Di tempat terpisah, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsudin menilai, suhu politik di Pilgub DKI Jakarta 2017 terus memanas. Kampanye-kampanye hitam yang menyinggung sentimen suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) mulai bermunculan. Din Syamsudin berharap, ada kekuatan penengah yang bisa memadamkan isu negatif tersebut dan meredam sentimen primordial agar tidak merambat luas.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, tokoh yang tepat untuk menjadi mediator adalah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Sayangnya, kata Din, Presiden dan Wapres justru terbelah di Pilgub DKI. "Seharusnya ada kekuatan penengah yang netral. Tapi, yang terjadi malah Presiden dan Wapres kita saja terbelah," kata Din saat ditemui wartawan di rumah Duta Besar Jepang di Jakarta, Sabtu (1/10) lalu.

Selain itu, Din berpesan, agar para pasangan calon menjaga cara bicaranya. Jangan sampai ujaran-ujaran kebencian dan kata-kata kasar terlontar.

"Tindakan itu bisa memicu per­pecahan di tengah masyarakat," tutupnya. [beritaislam24h.com / rc]
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © mlbcardvalue.com | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com